Khofifah Terima Bintang LVRI pada Hari Veteran Nasional 2026 di Malang

oleh -139 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Malang — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 di Pendopo Kabupaten Malang.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kedekatan Khofifah dengan keluarga besar LVRI. Bagi Khofifah, penghargaan itu bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah untuk meneruskan nilai perjuangan para veteran.

Khofifah mengaku terkejut menerima penghargaan tersebut karena baru mengetahui rencana penganugerahan dua hari sebelum acara.

“Ini sebetulnya surprise karena saya baru mendengar dari Ketua DPD LVRI dua hari yang lalu saat kita melakukan syukuran HUT LVRI di Grahadi,” kata Khofifah, Rabu malam (12/8/2026).

Ia menilai semangat perjuangan para veteran harus terus diwariskan dan disesuaikan dengan tantangan zaman.

Menurut Khofifah, jika dahulu para veteran berjuang dengan senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini menghadapi bentuk tantangan yang berbeda.

“Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Khofifah mengatakan bela negara saat ini dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan, seperti belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan seperti kesenjangan, kemiskinan, korupsi, kebodohan, dan perpecahan merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Semangat perjuangan para veteran harus kita lanjutkan. Kalau dulu perjuangannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangannya adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat,” tutur Khofifah.

Menurut dia, para veteran bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga living history atau sejarah yang hidup. Pengalaman mereka menjadi sumber keteladanan bagi generasi muda dalam memahami arti keberanian, kedisiplinan, solidaritas, pengorbanan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Baca Juga :  Zulmansyah Sekedang: KLB PWI Akan Digelar Agustus di Jakarta

Khofifah juga menyinggung peran penting Jawa Timur dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Ia berharap semangat Arek-Arek Suroboyo dan para pejuang Jawa Timur dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Semangat itulah yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Khofifah menegaskan peringatan Hari Veteran Nasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa terus berlangsung sesuai tantangan setiap zaman.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan organisasi kepahlawanan untuk menanamkan nilai kejuangan, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta semangat bela negara.

“Kita ingin generasi muda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat,” ujar Khofifah.

Peringatan Hari Veteran Nasional tingkat Jawa Timur 2026 turut dihadiri jajaran LVRI, kepala daerah se-Malang Raya, Forkopimda, TNI, pengurus LVRI se-Jawa Timur, kepala organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Timur, serta anggota LVRI se-Malang Raya.(Den/Fri)