Disnakkan Bondowoso Bidik Lomba Mancing Jadi Agenda Penghasil PAD

oleh -453 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Lomba mancing dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bondowoso tak sekadar menjadi hiburan masyarakat. Kegiatan perdana yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso itu mulai diarahkan menjadi embrio event yang lebih besar sekaligus berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan lomba mancing kali ini masih menjadi langkah awal untuk mengukur sejauh mana antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa memasukkan agenda lomba mancing di HUT Kemerdekaan RI yang ke-81. Ini baru pertama kali kita mencoba lomba tingkat kabupaten, jadi sifatnya masih sebagai stimulan untuk melihat animo masyarakat,” ujar Hendri.

Hasilnya cukup menggembirakan. Minat masyarakat untuk mengikuti lomba disebut cukup tinggi. Kondisi itu menjadi modal bagi Disnakkan untuk menyiapkan konsep lomba dengan skala yang lebih besar pada pelaksanaan berikutnya.

Dalam lomba perdana tersebut, panitia menebar sekitar 100 kilogram ikan lele ke kolam. Hendri menegaskan kegiatan tersebut bukan bagian dari proyek maupun program yang menggunakan anggaran APBD.

“Ini murni tidak ada kegiatan proyek, tidak ada kegiatan APBD. Jadi ini hanya uji coba. Karena baru pertama kali, ke depan akan kita buat jauh lebih baik,” jelasnya.

Bahkan, Disnakkan mulai memproyeksikan lomba mancing tingkat umum pada Oktober atau awal November 2026. Rencana tersebut telah dibicarakan bersama Wakil Bupati Bondowoso dan pihak terkait.

Konsepnya pun akan dibuat lebih terbuka dengan menggandeng komunitas mancing, stakeholder, pihak ketiga hingga sponsor.

Menurut Hendri, pola tersebut memungkinkan kegiatan berkembang tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Di sisi lain, kerja sama dengan pihak ketiga juga dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap PAD.

Baca Juga :  Ribuan Pekerja Migran Ilegal Dipulangkan dari Malaysia, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kepulangan

“Intinya adalah meningkatkan PAD. Misalkan dengan pihak ketiga, PAD-nya saya minta Rp10 juta atau Rp15 juta. Selanjutnya silakan lomba dengan pihak ketiga atau teman-teman sponsor lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya mengejar aspek pendapatan, Disnakkan juga ingin mendorong penyelenggaraan lomba secara lebih modern. Salah satunya melalui sistem pendaftaran online yang dinilai lebih praktis sekaligus mendukung digitalisasi pengelolaan kegiatan.

Hendri menilai tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa lomba mancing memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi agenda rutin di Bondowoso.

Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi dan hiburan, tetapi juga mampu mempertemukan komunitas pemancing, pelaku usaha, sponsor dan pemerintah dalam sebuah event yang memiliki nilai ekonomi.

Lomba perdana HUT ke-81 RI pun menjadi pijakan awal. Jika konsep dan kolaborasi terus diperkuat, bukan tidak mungkin lomba mancing di Bondowoso akan berkembang menjadi salah satu event yang sekaligus memberi kontribusi bagi daerah.(wan)