Bangkit Setelah Enam Tahun Vakum, Exponak 2026 Jadi Panggung Peternak Unggulan Bondowoso

oleh -335 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Setelah enam tahun vakum, Kontes Ternak Sapi Exponak 2026 kembali digelar dan menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan di Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Festival Muharram tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi ternak unggulan, tetapi juga bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para peternak yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.

Exponak 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, ia menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu kekuatan ekonomi daerah yang harus terus dikembangkan untuk mendukung visi Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya.

“Peternakan merupakan sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas ternak, produktivitas peternak, dan daya saing produk peternakan Bondowoso,” ujar As’ad.

Menurutnya, Exponak bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembelajaran, pertukaran pengalaman, sekaligus upaya memperkuat kapasitas peternak agar mampu menghadapi tantangan industri peternakan yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Exponak 2026 merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Bondowoso yang menginginkan kembali hadirnya kontes ternak di tengah masyarakat.

“Keinginan masyarakat agar kontes ternak kembali digelar langsung mendapat perhatian dari Bapak Bupati. Beliau secara khusus menginstruksikan Dinas Peternakan untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Saat kami menanyakan waktunya, beliau meminta agar dimasukkan dalam kalender Festival Muharram, dan hari ini alhamdulillah dapat terlaksana,” kata Hendri.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Exponak tahun ini masih dilakukan secara terbatas mengingat kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya memungkinkan untuk menggelar kegiatan dalam skala besar. Meski demikian, kualitas peserta tetap terjaga karena seluruh ternak yang tampil telah melalui proses seleksi ketat.

Baca Juga :  Disnakkan Bondowoso Bidik Lomba Mancing Jadi Agenda Penghasil PAD

“Peserta yang hadir hari ini merupakan ternak terbaik hasil seleksi dari lima Puskeswan di Bondowoso. Jadi mereka sudah melewati penjurian tahap pertama di wilayah masing-masing sebelum mengikuti penjurian final di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Penilaian akhir dilakukan oleh tim juri independen yang berasal dari berbagai institusi, di antaranya akademisi Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, serta tenaga ahli dari Kabupaten Malang. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin objektivitas dan kualitas hasil penilaian.

Dalam Exponak 2026, sebanyak 50 ternak unggulan tampil dalam empat kategori lomba, yakni pedet jantan, pedet betina, calon kereman, dan kereman. Seluruh peserta masih berasal dari wilayah Bondowoso, namun ke depan pemerintah daerah berencana mengembangkan kegiatan tersebut menjadi event peternakan yang lebih besar dan melibatkan peserta dari berbagai daerah.

“Ini baru langkah awal. Sesuai arahan pimpinan, Exponak akan terus dikembangkan dan dibangun branding-nya agar menjadi agenda tahunan yang memiliki identitas kuat seperti festival-festival besar lainnya. Harapannya nanti Bondowoso memiliki kontes ternak yang dikenal luas dan masuk dalam kalender event daerah,” jelas Hendri.

Menurutnya, antusiasme peternak pada pelaksanaan perdana setelah enam tahun vakum ini sangat tinggi. Bahkan sebagian besar peserta menyiapkan seluruh kebutuhan secara mandiri, mulai dari perawatan ternak hingga perlengkapan pendukung.

“Peternak merasa dihargai. Itu yang paling penting. Ketika mereka diberi ruang untuk menunjukkan hasil usahanya, semangat mereka untuk meningkatkan kualitas ternak menjadi luar biasa. Kita bisa melihat sendiri kualitas ternak yang ditampilkan sangat baik,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa sapi yang masih berusia relatif muda namun telah memiliki bobot yang sangat besar, menunjukkan keberhasilan peternak dalam menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik.

Baca Juga :  Nyam! Ini Resep Bumbu Sate Kambing Empuk dan Lezat untuk Idul Adha

Selain menjadi ajang kompetisi, Exponak juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pengunjung turut menggerakkan sektor perdagangan, jasa parkir, hingga usaha mikro yang beroperasi di sekitar lokasi kegiatan.

“Efek ekonominya langsung terasa. Kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat bagi peternak, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat secara umum,” ujar Hendri.

Kembalinya Exponak setelah enam tahun vakum diharapkan menjadi tonggak kebangkitan sektor peternakan Bondowoso. Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat peternak yang terus tumbuh, Bondowoso optimistis mampu melahirkan ternak-ternak unggulan yang tidak hanya berjaya di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional. (wan)