Sasa Raih PMR Award dari  BPOM,  Dukung Peningkatan Kapasitas UMKM  Pangan Terapkan Standar Keamanan Pangan yang Baik

oleh -307 Dilihat
Kepala BPOM RI menyerahkan PMR Award kepada PT Sasa Inti sebagai bentuk apresiasi atas dukungan perusahaan dalam memperkuat implementasi Program Manajemen Risiko (PMR). (ist/dok) 

KILASJATIM. COM, Jakarta – PT Sasa Inti (Sasa) menerima PMR Award dari BPOM untuk  kategori Industri  Pertama yang Melakukan Pendampingan Izin Penerapan (IP) PMR Bertahap UMK.

Penghargaan ini diserahkan saat Forum Koordinasi  Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026 dalam rangka peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia  (World Food Safety Day) 2026.

Mengangkat tema Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko:  Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing, forum ini menjadi ruang  untuk memperkuat sinergi sekaligus memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi  dalam membangun ekosistem keamanan pangan nasional.

 Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Sasa dalam mendukung implementasi Program Manajemen  Risiko melalui edukasi, pelatihan, seminar, dan pendampingan bagi UMKM pangan steril komersial sejak  2022.

Ir H Snowerdi Sumardi, MM, Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti menyampaikan  penghargaan ini menjadi pengingat bahwa membangun budaya keamanan pangan membutuhkan  komitmen jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor.

‘Bersama BPOM, IPB, dan berbagai pemangku  kepentingan, Sasa ingin terus berbagi pengetahuan serta pengalaman agar semakin banyak UMKM  mampu menerapkan standar keamanan pangan yang baik. Kami percaya langkah ini dapat memperkuat  daya saing industri pangan Indonesia sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem  pangan nasional,” ujar Ir H Snowerdi Sumardi.

Sementara itu, perwakilan BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas  Obat dan Makanan (BPOM), menyampaikan,  bahwa program PMR (Program Manajemen Risiko) bukan sekadar  tentang mitigasi, melainkan sebuah langkah preventif melalui penerapan Good Manufacturing Practices  (GMP).

” Industri yang matang adalah industri yang mampu melakukan pencegahan secara mandiri, ” tegasnya.

Sejalan dengan apresiasi tersebut, Sasa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung  pengembangan kapasitas pelaku usaha pangan, khususnya UMKM pangan steril komersial. Sasa berharap  semangat kolaborasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berperan dalam membangun  ekosistem pangan nasional yang semakin tangguh dan inklusif.

Baca Juga :  Transparansi dan Lindungi Konsumen, Produk Susu Kenal Manis Berlabel Baru

Selama lebih dari lima dekade, PT Sasa Inti telah menjadi mitra tepercaya dapur keluarga Indonesia dengan menghadirkan berbagai produk bumbu dan pangan yang inovatif. Dengan semangat untuk terus  memberikan kontribusi bagi masyarakat dan industri pangan nasional, Sasa konsisten mendukung upaya  peningkatan kualitas, keamanan, dan daya saing pangan Indonesia melalui inovasi serta kolaborasi yang  berkelanjutan.

 Keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam melindungi kesehatan  masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri pangan Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia terus mendorong penguatan budaya  keamanan pangan melalui Program Manajemen Risiko (PMR) yang telah berjalan selama satu dekade  terakhir.

Kolaborasi untuk keamanan pangan nasional

Komitmen Sasa dalam mendukung pelaksanaan PMR diwujudkan lewat kolaborasi berkelanjutan bersama  BPOM dan IPB sejak 2022 melalui berbagai program edukasi, pelatihan, seminar, dan pendampingan  teknis bagi UMK pangan steril komersial.

Melalui inisiatif ini, Sasa turut membantu pelaku usaha  memahami penerapan standar keamanan pangan, meningkatkan kesiapan produksi, serta memperkuat  kemampuan mereka dalam menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing. (nov)