Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Dorong Lahirnya SDM Unggul untuk Bangun Tanah Papua

oleh -36 Dilihat

KILASJATIM.COM, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan nasional yang turut berperan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dari berbagai daerah di Indonesia. Komitmen itu diwujudkan melalui penerimaan 152 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 yang akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA dan SMK unggulan di Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan pembekalan sekaligus melakukan serah terima peserta Program ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan semangat menuntut ilmu sebagai bekal untuk membangun Tanah Papua maupun Indonesia di masa depan.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini serta harapan orang tua. Bersekolahlah di sini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan perbanyaklah mencari ilmu. Ilmu yang kalian peroleh harus berguna bagi pembangunan di Papua dan Indonesia,” ujar Khofifah, Sabtu, 12/7/2026.

Menurut dia, pendidikan merupakan jalan bagi setiap anak bangsa untuk meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa memandang asal daerah. Ia pun mendorong para pelajar Papua agar tidak ragu bermimpi menjadi pemimpin bangsa, profesor, perwira TNI maupun Polri, hingga pejabat publik.

Sebagai inspirasi, Khofifah menyinggung kiprah sejumlah tokoh asal Papua yang berhasil menduduki posisi penting di tingkat nasional, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Yohana Yembise, perempuan Papua pertama yang menjadi menteri sekaligus guru besar.

“Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya. Terus belajar, terus berusaha, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” katanya.

Khofifah juga memastikan para peserta ADEM akan mendapatkan pendampingan selama menjalani pendidikan di Jawa Timur. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai “mama” bagi para siswa selama mereka menempuh pendidikan di provinsi tersebut.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Batu "Turun Tangan" Pastikan Stok LPG Aman

“Anak-anakku dari Papua, saya adalah mama kalian selama kalian belajar di Jawa Timur. Belajarlah sebaik-baiknya, disiplin, dan perbanyak ilmu,” ucapnya.

Ia juga menitipkan seluruh peserta kepada kepala sekolah dan para guru agar membimbing mereka bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan berkontribusi bagi Papua dan Indonesia.

Di akhir pembekalannya, Khofifah mengajak ratusan siswa bersama-sama menyanyikan penggalan lagu “Tanah Papua” sembari mengibarkan bendera Merah Putih. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah kelahiran harus tetap dijaga meski sedang menempuh pendidikan di daerah lain.

Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua, Velix Wanggai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara konsisten mendukung peningkatan kualitas SDM Papua melalui Program ADEM.

Ia menilai Jawa Timur menjadi tempat yang tepat bagi pelajar Papua karena tidak hanya memiliki kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga menawarkan lingkungan yang kaya akan nilai kebangsaan, keberagaman budaya, dan semangat persaudaraan.

“Jawa Timur adalah rumah bagi semua budaya, rumah Bhinneka Tunggal Ika. Anak-anak Papua yang belajar di sini tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga membangun karakter, mental, spiritual, dan wawasan kebangsaan,” ujar Velix.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, Program ADEM Papua Tahun 2026 diikuti oleh 152 siswa yang berasal dari Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Jayapura.

Mereka akan menempuh pendidikan di SMA dan SMK yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Kota Batu, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Selain itu, pada kesempatan yang sama turut hadir 18 peserta ADEM Repatriasi asal Malaysia yang sebelumnya telah dilepas Gubernur Khofifah pada awal Juli 2026.

Aries mengatakan seluruh sekolah penerima telah berpengalaman mendampingi peserta Program ADEM. Para siswa dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (13/7/2026).

“Kami berharap mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta menorehkan prestasi yang kelak menjadi bekal untuk membangun Papua dan Indonesia,” kata Aries. (Den/Friz)