KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperingatkan bahwa pergerakan masyarakat pada periode Angkutan Lebaran 2026 berpotensi lebih tinggi dari hasil survei sementara.
Berdasarkan data awal, jumlah masyarakat yang diprediksi melakukan perjalanan pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
“Angka prakiraan pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang, atau ada penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan 2025,” kata Dudy di Bandarlampung, Selasa (17/2/2026).
Meski demikian, Dudy menekankan bahwa realisasi di lapangan berpotensi melampaui angka survei. Ia mencontohkan pada Lebaran tahun lalu, realisasi jumlah pemudik justru mencapai 154,6 juta orang, jauh di atas angka perkiraan awal.
“Melihat hasil survei tahun kemarin, kita harus mengantisipasi karena ada kemungkinan realisasi akan lebih besar atau mendekati angka tahun lalu,” jelasnya.
Menurut Dudy, kesiapan infrastruktur dan manajemen arus menjadi kunci penting, terutama di wilayah strategis seperti Lampung yang menjadi pintu gerbang utama menuju Pulau Sumatera. Pergerakan masyarakat dari berbagai daerah menuju dan melalui Lampung perlu diperhitungkan secara matang agar tidak terjadi penumpukan arus.
Meski Lampung tidak masuk dalam lima besar tujuan favorit nasional, provinsi tersebut menjadi salah satu destinasi utama masyarakat dari kawasan Jabodetabek. Diperkirakan sekitar 778,67 ribu orang akan bergerak menuju Lampung selama periode mudik Lebaran 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan pun mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah antisipatif lebih dini, termasuk pengaturan lalu lintas, kesiapan sarana transportasi, serta koordinasi lintas daerah guna memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar dan aman.(den)
