KILASJATIM.COM, Jakarta – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi dihentikan. Penutupan dilakukan setelah seluruh upaya maksimal ditempuh di medan ekstrem, dengan hasil evakuasi 11 paket korban serta ditemukannya kotak hitam pesawat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan tim SAR gabungan telah bekerja optimal di tengah cuaca dan kondisi geografis yang menantang. Hingga akhir operasi, petugas menemukan 10 paket body pack dan satu paket body part.
“Operasi SAR kami nyatakan selesai. Total ditemukan 11 paket korban yang seluruhnya sudah dievakuasi,” kata Syafii dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (24/1/2026).
Seluruh temuan korban telah diserahkan ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Basarnas masih menunggu hasil pencocokan data dengan manifest penumpang.
Selain evakuasi korban, tim SAR juga berhasil menemukan black box pesawat pada hari kelima pencarian. Kotak hitam tersebut kini telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis.
“Black box sudah kami serahkan ke KNKT untuk keperluan investigasi teknis,” ujar Syafii.
Basarnas menegaskan, meski operasi SAR ditutup, peluang pembukaan kembali pencarian tetap terbuka apabila hasil identifikasi korban tidak sesuai dengan data manifest penumpang.
“Jika ada ketidaksesuaian data, operasi SAR bisa dibuka kembali untuk pencarian lanjutan,” katanya.
Penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya misi kemanusiaan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan. Selama proses pencarian, tim gabungan berjibaku menembus medan terjal Pegunungan Bulusaraung demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
Basarnas turut menyampaikan doa dan penghormatan bagi para korban, serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi duka mendalam.(cit)
