Untag – APTIKOM Jatim Tekankan SPMI Terukur untuk Akreditasi Unggul

oleh -360 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis standar dan indikator terukur dinilai menjadi kunci utama pencapaian akreditasi Unggul perguruan tinggi. Hal tersebut mengemuka dalam Workshop SPMI yang digelar APTIKOM Jawa Timur bersama Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Workshop bertajuk Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1 itu berlangsung Rabu (21/1/2026) dan diikuti oleh akademisi serta pengelola mutu perguruan tinggi di Jawa Timur.

Wakil Rektor I Untag Surabaya, Rr. Amanda Pasca Rini, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan efisien dalam menyusun SPMI agar selaras dengan instrumen akreditasi terbaru. “SPMI ini harus benar-benar kita perkuat terlebih dahulu sebelum menyusun LKPS dan LED. Kalau SPMI tertata dengan baik, target akreditasi Unggul bisa dicapai, minimal tiga tahun, bahkan sampai lima tahun,” terang  Amanda.

Ia menjelaskan, workshop ini digelar sebagai respons atas perubahan instrumen akreditasi dari LAM INFOKOM versi 2.0 ke 2.1 yang mengikuti terbitnya regulasi kementerian terbaru. Menurutnya, pemahaman atas perubahan tersebut penting agar implementasi SPMI tetap relevan dengan standar nasional.

Ketua APTIKOM Provinsi Jawa Timur, Yoyon Arie Budi, menegaskan bahwa keselarasan antara SPMI dan instrumen akreditasi harus menjadi fondasi tata kelola perguruan tinggi yang berkelanjutan. “Standar SPMI harus disusun selaras dengan kriteria akreditasi. Audit mutu internal harus berbasis data, dan setiap temuan wajib ditindaklanjuti dalam perencanaan serta penganggaran,” jelas Yoyon. Ia menambahkan, jika siklus PPEPP dijalankan secara konsisten, maka akreditasi tidak lagi menjadi kegiatan insidental. “Akreditasi akan menjadi hasil alami dari sistem mutu yang berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Triwulan III/2023 Program Electrifying Agriculture PLN Capai 230 Ribu Pelanggan

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jawa Timur, Novirina Hendrasarie, yang menjadi salah satu narasumber, menekankan pentingnya indikator yang terukur dalam SPMI. “SPMI itu harus memiliki standar, standar harus punya indikator, dan indikator wajib terukur. Harus ada angka dan target yang jelas,” ungkap Novirina.

Menurutnya, keterukuran indikator membantu perguruan tinggi merencanakan peningkatan mutu secara bertahap dan realistis sesuai dengan kapasitas masing-masing unit. “Dengan baseline yang jelas, target mutu bisa dicapai secara berjenjang dan terukur,” ujarnya.

Ke depan, APTIKOM Jawa Timur berencana menggelar workshop lanjutan secara luring yang secara khusus membahas penyusunan instrumen LAM INFOKOM 2.1 guna memperdalam aspek teknis bagi perguruan tinggi peserta.(tok)