Libur Nataru 2025, Jumlah Wisatawan Menyeberang Jawa–Bali Turun 4,5 Persen

oleh -1021 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bali – Pergerakan wisatawan yang menyeberang dari Jawa ke Bali selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), jumlah penumpang dari Jawa ke Bali turun sebesar 4,5 persen secara tahunan (year on year/YoY), mengindikasikan perlambatan arus perjalanan menuju Pulau Dewata dibandingkan tren Nataru 2024.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 413.839 orang atau turun 4,5 persen. Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,9 persen menjadi 110.193 unit.

Di sisi lain, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa juga menunjukkan penurunan jumlah penumpang. Total penumpang tercatat sebanyak 427.910 orang atau turun 4,7 persen (YoY), meski jumlah kendaraan meningkat 1,8 persen menjadi 121.364 unit.

Pada Kamis (1/1/2026) atau H+7 Nataru, tercatat sebanyak 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk. Data tersebut mencerminkan arus balik masyarakat usai libur panjang, seiring dimulainya kembali aktivitas ekonomi dan kerja di awal tahun 2026.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik, terutama pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai oleh kepulangan wisatawan, tetapi juga meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.

“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Heru dalam keterangan pers, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga :  Sempat Dapat Ancaman, Kondisi Audrey Davis Saat Ini Disebut Belum Stabil

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen.

“Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali,” ujar Windy.

ASDP juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan arus balik agar merencanakan perjalanan sejak dini dengan memanfaatkan sistem tiket online Ferizy. Saat ini, penjualan tiket di pelabuhan sudah tidak diberlakukan.

“Tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan,” katanya.

Kebijakan tiket online penuh tersebut diterapkan guna menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan dan memastikan kelancaran arus penyeberangan selama periode Nataru.(den)