Swadaya Masyarakat Normalisasi Saluran Air Jalan Kabupaten Batu Salang–Kladi

oleh -1192 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso — Semangat gotong royong tampak nyata di ruas jalan kabupaten Batu Salang–Kladi, Kecamatan Cermee. Masyarakat Desa Batu Salang dan Desa Kladi secara swadaya melakukan perbaikan saluran irigasi sekaligus normalisasi saluran air guna mencegah kerusakan jalan yang berpotensi meluas.

Kegiatan ini berawal dari kepedulian warga dan pengelola wilayah yang melihat kondisi plengsengan di sisi jalan mulai mengalami kerusakan, sementara badan jalan masih masih tergolong layak. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, masyarakat bergerak cepat melakukan perbaikan awal secara gotong royong, yang kemudian dilanjutkan dengan normalisasi saluran air.

Pada tahap awal, normalisasi dilakukan menggunakan alat berat excavator milik BSBK Kabupaten Bondowoso. Namun, adanya kendala teknis di lapangan membuat pekerjaan dilanjutkan dengan bantuan alat berat dari Paguyuban Petani Tebu Bangkit Sejahtera (BS) asal Kabupaten Situbondo. Dukungan ini diperlukan agar tanah urukan hasil normalisasi dapat segera ditangani dan tidak mengganggu akses maupun aktivitas pengguna jalan.

Normalisasi difokuskan pada sejumlah titik rawan untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama saat musim hujan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan Program Rantas, serta upaya bersama menjaga infrastruktur jalan kabupaten.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dan didampingi petugas BSBK di lapangan, Sambheng Mugi, yang memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
Ketua Paguyuban Petani Tebu Bangkit Sejahtera (BS), Chandra, menegaskan bahwa keterlibatan paguyuban murni didasari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

“Selama kegiatan ini untuk kepentingan masyarakat, kami tidak mengambil keuntungan. Kami hanya menutup biaya operasional saja,” ujar Chandra.

Ke depan, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menganggarkan pembangunan plengsengan permanen pada saluran yang telah dinormalisasi. Dengan demikian, fungsi drainase dapat bekerja secara optimal dan kondisi jalan kabupaten tetap terjaga secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Peringati HPN 2024, JMSI Bojonegoro Gelar Lomba Jurnalistik

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong dan kepedulian lingkungan sebagai kekuatan utama masyarakat desa.(wan)