Mahasiswa Ubaya Lukis Natal dari Persamaan Matematika

oleh -912 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kecintaan pada matematika sejak bangku sekolah dasar mengantarkan Cedric Gratia Tjia, mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) angkatan 2024, menciptakan karya seni lukis yang tidak biasa. Ia menuangkan ilustrasi bertema Natal yang seluruh bentuk dan detailnya disusun dari persamaan matematika.

Cedric mengaku ketertarikannya pada matematika telah tumbuh sejak SD. Meski sempat mengalami kesulitan hingga harus mengikuti remedial, pengalaman tersebut justru memotivasinya untuk belajar lebih giat. “Sejak SD saya memang suka matematika. Awalnya sering remedial, tetapi dari situ saya jadi semakin terpacu untuk belajar,” cerita Cedric, Senin (22/12/2025).

Karya yang dibuat khusus untuk edisi Natal ini terinspirasi dari foto keluarga saat perayaan Natal 2021. Lebih dari sekadar karya seni, lukisan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan bagi sang ayah yang meninggal dunia sebulan lalu. “Karya ini sangat spesial bagi saya. Selain untuk Natal, ini juga bentuk dedikasi saya kepada Papa. Saya berharap ini bisa menjadi salah satu karya terbaik yang pernah saya buat,” katanya.

Keunikan karya Cedric terletak pada proses kreatifnya. Seluruh gambar dibentuk dari berbagai persamaan matematika, mulai dari persamaan linear, kuadrat, trigonometri, lingkaran, hingga elips yang dikombinasikan secara kompleks. “Semua bentuk tulisan dan gambar itu murni dari hitung-hitungan matematika. Prosesnya harus sangat teliti dan konsisten supaya hasilnya rapi dan presisi,” ujarnya.

Menurut Cedric, pengerjaan satu karya membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap potongan persamaan harus saling terhubung dan sesuai. Tantangan terbesar ada pada tahap perancangan sketsa dasar serta memastikan presisi setiap detail. “Untuk satu karya, saya bisa menghabiskan waktu sekitar 84 jam,” ungkap Cedric.

Hingga kini, Cedric telah menghasilkan lima hingga enam karya serupa yang awalnya dibuat hanya untuk bereksperimen. Dalam proses pembuatannya, ia menggunakan platform grafik matematika berbasis web Desmos, meski menurutnya terdapat alternatif lain seperti GeoGebra. “Desmos itu seperti alat penerjemah grafik. Dari persamaan matematika, kita bisa membentuk gambar,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Natal, Yuk Berkunjung ke 5 Wisata Rohani Umat Kristen dan Katolik di Jatim Ini

Melalui karya ini, Cedric berharap matematika tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang kaku dan menakutkan, melainkan dapat berkolaborasi dengan seni dan menjadi media ekspresi yang menyenangkan. “Matematika bisa menjadi wadah belajar yang seru dan kreatif, menyenangkan, terutama bagi generasi sekarang,” pungkas Cedric.(tok)