BNPB Catat 1.016 Korban Tewas, Ratusan Masih Hilang

oleh -575 Dilihat
oleh
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Korban meninggal akibat rangkaian bencana alam di wilayah Sumatra terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (14/12) malam, jumlah korban tewas mencapai 1.016 jiwa, dengan angka tertinggi berada di Aceh.

Berdasarkan data BNPB, Aceh mencatat 424 korban meninggal, disusul Sumatra Utara 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam sepekan terakhir, yakni periode 8–13 Desember 2025, jumlah korban meninggal bertambah 66 jiwa, terdiri dari Aceh 33 orang, Sumatra Utara 19 orang, dan Sumatra Barat 14 orang.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 212 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, Aceh 32 orang, Sumatra Utara 90 orang, dan Sumatra Barat 90 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, pendataan korban hilang tidak selalu bersumber dari temuan langsung di lapangan, melainkan juga hasil pembaruan identifikasi korban.

“Data bisa berasal dari penambahan hasil identifikasi korban yang sebelumnya belum terkonfirmasi. Misalnya, korban berasal dari daerah lain dan baru dipastikan identitasnya melalui pencocokan data,” ujar Abdul dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, pemerintah daerah melakukan verifikasi korban dengan pendekatan by name by address hingga tingkat kecamatan. Proses ini turut memengaruhi dinamika angka korban meninggal, terutama ketika jenazah ditemukan di lokasi-lokasi terdampak lanjutan seperti area pemakaman yang terkena banjir atau longsor.

“Dalam beberapa kasus, jenazah baru ditemukan oleh tim SAR di area tersebut dan kemudian dihitung sebagai korban bencana,” kata Abdul.

Di sisi pencarian, operasi SAR masih berlangsung di sejumlah wilayah prioritas. Di Aceh, pencarian difokuskan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen. Sementara di Sumatra Utara, pencarian dibagi ke dalam lima sektor di tiga kabupaten/kota, dengan fokus dipersempit di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Presiden Setujui Bantuan Rp60 Juta per Rumah untuk Korban Banjir dan Longsor

Untuk wilayah Sumatra Barat, operasi pencarian diarahkan ke lima sektor, masing-masing berada di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, meliputi wilayah Kota Padang, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

BNPB juga mencatat jumlah warga mengungsi mencapai 624.670 jiwa, meski terjadi penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan signifikan terlihat di Aceh Utara, seiring banyak warga memilih mengungsi mandiri ke rumah keluarga atau kerabat.

“Mereka tetap tercatat sebagai pengungsi dan masih mendapatkan dukungan bantuan logistik, khususnya makanan,” ujar Abdul. (cit)