Dari total bantuan tersebut, 13,5 ton disalurkan ke Sumatera Utara dan 13 ton dikirim ke Aceh. Pemprov Jatim juga menyiapkan pengiriman tambahan bagi warga terdampak di Sumatera Barat yang dijadwalkan berangkat pada hari berikutnya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas warga Jawa Timur terhadap masyarakat di tiga provinsi yang tengah menghadapi masa sulit. “Kami alokasikan anggaran agar barang yang dikirim terjamin kualitas dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Selain bantuan barang, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan keuangan kepada tiga provinsi tersebut. Masing-masing senilai Rp5 miliar untuk Sumatera Utara, Rp3 miliar untuk Aceh, dan Rp2,5 miliar untuk Sumatera Barat. “Bantuan keuangan ini melengkapi bantuan barang yang lebih fleksibel untuk kebutuhan darurat,” tambah Adhy.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan lebih dari 14 truk yang dihimpun dari perangkat daerah, CSR perusahaan, organisasi masyarakat, NGO, serta pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur. “Pengiriman kloter pertama ini diharapkan dapat meringankan beban saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh,” katanya.
Adhy menjelaskan bahwa jenis bantuan telah disesuaikan dengan kebutuhan warga pada fase tanggap darurat yang memasuki pekan kedua. Selain kebutuhan pokok dan makanan siap saji, bantuan juga mencakup alat kebersihan rumah, obat-obatan, serta dukungan tenaga medis.
Ia memastikan seluruh bantuan masyarakat akan disalurkan dengan aman, transparan, dan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan bantuan segera dikirim dan diterima. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat, dan kami akan menyalurkannya dengan amanah,” pungkasnya.(FRI)