Bank Indonesia – Pemprov Jatim Tingkatkan Akselerasi Investasi Ciptakan Lapangan Kerja

oleh -1138 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggenjot laju investasi melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya dengan menggelar  High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025 di Gedung Negara Grahadi Selasa (15/7/2025).

Forum yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur ini mengangkat tema “Akselerasi Peningkatan Investasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja”. Acara bergengsi ini dihadiri oleh lebih dari 180 peserta, termasuk 20 bupati dan wali kota, empat wakil bupati, tiga sekretaris daerah, serta para kepala DPMPTSP dan Bappeda dari 38 kabupaten/kota. Hadir pula anggota Forum Investasi serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen tinggi terhadap percepatan realisasi penanaman modal di Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengungkapkan bahwa Forum Investasi Jawa Timur telah menghasilkan 46 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) senilai Rp57,5 triliun, serta 12 Letter of Intent (LoI) dari investor asing selama pelaksanaan East Java Investment Forum (EJIF) 2024.

“Ini merupakan pencapaian strategis yang membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Adhy Karyono.

HLM diawali dengan penandatanganan komitmen antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur dan seluruh DPMPTSP kabupaten/kota. Langkah ini menjadi simbol kuat penguatan sinergi pelayanan investasi serta wujud nyata dukungan terhadap peningkatan realisasi penanaman modal secara inklusif di seluruh penjuru Jawa Timur.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, (ist/dok)

Aspek keamanan juga menjadi perhatian serius dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marullamrata Sihombing, menyampaikan komitmen pihak kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan, termasuk pengamanan proyek strategis, penanganan konflik sosial, dan patroli objek vital. Ia juga mengimbau seluruh investor agar mematuhi perizinan sebagai langkah pencegahan pelanggaran hukum dan praktik premanisme.

Baca Juga :  Inilah Bakal Calon Ketua Umum BPD HIPMI Jatim untuk Periode 2024-2027

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa investasi adalah penggerak utama penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas daerah.

“Jawa Timur, dengan infrastruktur dan pasar domestik yang kuat, memiliki daya saing tinggi. Namun yang harus ditekankan adalah perlunya peningkatan pada kualitas tenaga kerja, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta sistem keuangan agar investasi dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan,” kata Ibrahim.

Sebagai bentuk konkret menjaga iklim usaha yang aman, forum ini juga diwarnai dengan penandatanganan Deklarasi Bebas Pungli dan Premanisme oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolda, serta seluruh bupati/wali kota. Deklarasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan investasi yang bersih dan kondusif bagi pelaku usaha dan investor.

Menutup kegiatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya peningkatan investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), terutama dalam mendukung Proyek Strategis Nasional seperti sektor tebu dan sapi perah.

Ia juga mendorong pendekatan proaktif untuk menjaring peluang investasi baru, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan efisiensi logistik.

Melalui penyelenggaraan HLM Forum Investasi 2025, Jawa Timur menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dan menjaga komitmen terhadap iklim investasi yang aman dan inklusif, provinsi ini menempatkan investasi sebagai motor utama transformasi struktural dan kesejahteraan masyarakat. (nov)