Dräger Indonesia Luncurkan Solusi Inovatif untuk Tingkatkan Keselamatan Kerja di Ruang Berisiko Tinggi

oleh -846 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta –  Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Data Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat 462.241 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari hingga Desember 2024, sebuah pengingat akan besarnya tantangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri. Kecelakaan ini tidak hanya disebabkan oleh kelalaian manusia, tetapi juga oleh lingkungan kerja berisiko tinggi, terutama di area terbatas (confined space) yang rentan terhadap paparan gas berbahaya dan kekurangan oksigen.

Menyikapi urgensi ini, Dräger Indonesia meluncurkan dua solusi inovatif terbaru: Detektor Multigas X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E (Self-Contained Breathing Apparatus). Kedua perangkat berstandar kualitas Jerman ini dirancang khusus untuk melindungi pekerja dari risiko paparan gas beracun, mudah terbakar, dan kekurangan oksigen di lingkungan kerja berbahaya.

Peluncuran ini dilakukan dalam sebuah workshop bertajuk “Managing Risks: Confined Space Entry & Health and Safety at the Workplace” yang diselenggarakan di kantor pusat Dräger Indonesia, Jakarta. Acara ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga mengedukasi peserta dari berbagai sektor industri tentang pentingnya pemahaman K3 secara komprehensif, khususnya dalam konteks pekerjaan di ruang terbatas.

Ratna Kurniawati, Managing Director Dräger Indonesia, menegaskan komitmen perusahaannya. “Melalui peluncuran X-am 2600 dan PSS 3000E, Dräger menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan kerja di Indonesia, khususnya bagi para pekerja di lingkungan berisiko tinggi,” ujarnya. “Perlindungan yang efektif tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada ketersediaan perangkat andal di situasi darurat. Kami terus memperkuat peran sebagai mitra industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.”

Siva Salitoray, Head of Safety Dräger Indonesia, menambahkan bahwa kedua produk ini dikembangkan untuk melengkapi lini portabel Dräger, menawarkan solusi yang andal, praktis, dan ekonomis tanpa mengurangi kualitas khas Dräger. “X-am 2600 dan PSS 3000E hadir untuk melengkapi portofolio detektor multi-gas portabel dan SCBA dengan pilihan yang lebih kompetitif. Peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan teknologi berkualitas tinggi khas Dräger, ‘Technology For Life’, yang telah dipercaya sejak 1889, guna menjangkau lebih banyak sektor sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi industri dalam menerapkan standar keselamatan yang lebih tinggi,” jelas Siva.

Baca Juga :  PT Superior Prima Sukses Gelar Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kerja

 

Peran Edukasi dan Kesiapsiagaan dalam K3

Selain inovasi perangkat, edukasi dan kesiapsiagaan personel juga menjadi kunci. Emanuel Eko Haryanto, praktisi dan trainer Environment, Health & Safety (EHS), menyoroti bahwa banyak kecelakaan kerja di ruang terbatas terjadi akibat kombinasi ketidakpatuhan SOP dan kurangnya peralatan pendukung.

“Penting adanya peralatan memadai seperti alat deteksi gas. Banyak gas berbahaya yang tidak diinginkan bisa muncul di area kerja ruang terbatas, seperti H₂S, yang berisiko memicu kebakaran, ledakan, atau keracunan. Umumnya digunakan detektor tetap (fixed gas detector) atau portabel seperti Dräger X-am 2600. Sementara SCBA sangat krusial di lingkungan yang kadar oksigennya rendah, ada gas beracun, atau suhu ekstrem. Tapi yang paling penting, pekerja harus dibekali pelatihan, simulasi, dan perlengkapan lengkap,” ungkap Emanuel.(den)