Bondowoso Gebyar Muharam di Grujugan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

oleh -1391 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi memulai rangkaian Festival Muharam 1447 Hijriah dengan menggelar gebyar dan bazar UMKM di 23 kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Grujugan yang tak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga berhasil mendorong geliat ekonomi desa melalui kegiatan bazar dan pertunjukan seni.

Ketua Panitia Gebyar Muharam Kecamatan Grujugan, Adhi Purwo, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2025, dan dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Grujugan.

Sebanyak 16 stand bazar turut meramaikan acara, yang melibatkan pelaku UMKM dari 11 desa se-Kecamatan Grujugan. Selain itu, partisipasi juga datang dari berbagai lembaga seperti Korwil Bidang Pendidikan, Fatayat NU, Puskesmas, Himpaudi, hingga Pondok Pesantren Ar-Ridwan.

Bazar yang dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB ini menyajikan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas desa, makanan ringan, hingga produk fesyen lokal. Tak hanya itu, berbagai layanan dan kegiatan sosial juga digelar, seperti pelayanan kesehatan gratis, launching klinik pertanian, hingga donor darah.

“Tak hanya berorientasi ekonomi, acara ini juga mengedepankan pelayanan masyarakat dan nilai-nilai sosial,” ujar Adhi, Rabu (2/7/2025).

Suasana malam hari pun tak kalah meriah. Setiap malam, warga disuguhkan dengan berbagai lomba dan pertunjukan seni, mulai dari lomba kaligrafi tingkat SMP dan SMA sederajat, fashion show muslim anak-anak, lomba tartil, mewarnai, sholawat, hingga zafin. Keberagaman kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat untuk datang dan ikut serta memeriahkan acara.

Adhi menyebutkan, rata-rata omzet yang diperoleh tiap stand berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per hari. Dengan total 16 stand, perputaran uang selama kegiatan bisa mencapai Rp 4,8 juta setiap malam.

Baca Juga :  Alter Ego Lolos ke Semifinal Lower Bracket M7 World Championship Usai Tekuk Team Spirit

“Gebyar Muharam merupakan wujud sinergi antara pemerintah kecamatan, masyarakat, dan berbagai elemen lokal. Ini menjadi bukti bahwa perayaan keagamaan juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan budaya, sekaligus mempererat ukhuwah di momen tahun baru Islam,” pungkasnya.(wan)