TNI AL Pamer Kemampuan CN235 di Latihan Maritim Bilateral dengan US Navy

oleh -681 Dilihat
oleh
Pasukan Puspenerbal TN AL foto bersama Navy Seal usai melakukan latihan udara bersama

KILASJATIM.COM, Surabaya – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menunjukkan kesiapan tempur dan profesionalisme dalam latihan udara maritim bilateral bersama Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), melalui latihan Surveillance Exercise (SURFEX) yang digelar akhir pekan lalu.

Latihan ini menjadi bagian dari Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2025, yang sudah menjadi agenda tahunan kedua negara.

Dalam latihan tersebut, TNI AL mengerahkan pesawat CN235 dari Skuadron Udara 800 Wing Udara 2 Puspenerbal untuk berpatroli bersama pesawat P-8A Poseidon milik US Navy. Keduanya menjalankan misi pengintaian terhadap kapal permukaan di kawasan laut yang telah ditetapkan sebagai Area of Interest (AOI).

Misi ini fokus pada pengamatan dan pengumpulan data intelijen maritim (ISR – Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance), yang dilakukan secara terkoordinasi dan tetap mengedepankan keselamatan penerbangan serta standar komunikasi internasional.

Pilot TNI AL sedang bersiap melakukan latihan udara bersama Navy Seal

CN235 memainkan peran strategis dalam latihan ini. Dengan jangkauan terbang jauh dan sistem sensor modern, pesawat ini mampu mendeteksi, melacak, hingga merekam aktivitas kapal permukaan secara akurat. Kehadirannya menegaskan bahwa pesawat produksi dalam negeri ini telah berkembang menjadi platform ISR yang penting dalam operasi maritim modern.

“Keterlibatan CN235 membuktikan profesionalisme awak udara TNI AL dalam beroperasi bersama kekuatan udara sekutu,” ujar Mayor Laut (P) Marwanto, Komandan Skuadron Udara 600 sekaligus Kepala Bidang Aviation Latma CARAT 2025.

Menurutnya, momen ini penting untuk mengasah kecakapan penerbang sekaligus memperkuat kepercayaan internasional terhadap kemampuan operasional udara TNI AL.

Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, menambahkan bahwa Latma CARAT menjadi ajang strategis untuk menunjukkan penguasaan ruang udara maritim oleh Indonesia.

“Kemampuan ISR tak bisa dipisahkan dari strategi pertahanan laut modern. CN235 menjadi bukti kesiapan udara TNI AL dalam mendukung pengawasan wilayah perairan nasional dan regional,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang PON 2019, UNESA Gelar Petanque Competition

Latihan bersama CARAT sendiri telah berlangsung selama lebih dari dua dekade dan dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, keterampilan teknis prajurit, dan membangun kepercayaan antarlembaga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran strategis angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Latihan SURFEX tahun ini menunjukkan bahwa sinergi antara TNI AL dan US Navy tidak hanya bertumpu pada kedekatan diplomatik, tetapi juga pada kesiapan teknis yang mampu menjawab tantangan keamanan maritim secara kolektif. (FRI)