Petani Cabai di Bojonegoro Mengeluh Harga Anjlok Saat Panen Raya

oleh -1898 Dilihat

Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Sejumlah petani cabai di Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan turunnya harga cabai rawit saat memasuki masa panen raya. Harga cabai jenis rawit mengalami penurunan drastis hingga kisaran Rp 13 ribu per kilogram. Hal ini dialami oleh para petani di Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

Penurunan harga cabai di pasaran terjadi secara signifikan dibandingkan dengan minggu lalu. Melimpahnya stok cabai rawit di pasaran menjadi salah satu penyebab utama turunnya harga. Kondisi ini membuat para petani merasa tertekan, karena harga jual saat ini dianggap tidak sebanding dengan biaya tanam hingga perawatan tanaman.

Salah satu petani cabai rawit dari Kecamatan Gondang, Rini, mengaku tidak mengetahui pasti alasan di balik penurunan harga yang begitu tajam pada musim panen kali ini. Padahal, menurutnya, kualitas cabai yang dipanen tergolong cukup baik.

“Harga cabai rawit hijau di tingkat petani saat ini hanya sekitar Rp 13 ribu per kilogram, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram di awal panen,” ungkap Rini saat ditemui setelah memanen cabai, Jumat (20/9).

Rini mengaku khawatir harga cabai akan terus menurun, yang akan menyebabkan kerugian lebih besar bagi petani, bahkan hingga terancam tidak balik modal. “Mungkin penyebabnya karena melimpahnya hasil panen kali ini,” tambahnya.

Rini bersama petani cabai lainnya berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga cabai di pasaran. Mereka berharap langkah tersebut dapat mencegah kerugian besar yang dirasakan para petani yang telah bekerja keras menanam cabai. (rus)

Baca Juga :  Jelang Piala Presiden, Khofifah Ingatkan Bonek dan Aremania Guyup Rukun