KILASJATIM.COM, Surabaya – Usia 60 tahun tak menyurutkan semangat Juyana untuk meraih gelar sarjana. Di saat sebagian orang seusianya mulai menikmati masa tua, ia justru menuntaskan pendidikan S1 Program Studi Kewirausahaan di Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA).
Juyana menjadi salah satu wisudawan yang menarik perhatian dalam Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma ke-24 UMAHA di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (7/11/2026). Ia bersama 524 wisudawan lainnya resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut.
Bagi Juyana, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi pada usia 60 tahun bukan sekadar memperoleh gelar akademik. Ada kebahagiaan dan rasa syukur karena keinginannya untuk terus belajar akhirnya tercapai.
Ia ingin menunjukkan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri. Selama masih memiliki kemauan dan kesempatan, siapa pun tetap bisa mengejar cita-cita, termasuk mereka yang telah memasuki usia lanjut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai pada tahap ini. Bagi saya, usia 60 tahun bukan alasan untuk berhenti belajar. Tidak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita. Selama masih ada kemauan dan kesempatan, jangan pernah takut untuk memulai,” ujar Juyana.
Kisah Juyana menjadi pesan tersendiri bagi masyarakat, khususnya para lansia. Bertambahnya usia bukan berarti kesempatan untuk belajar harus berakhir. Justru, keinginan untuk menambah pengetahuan dapat menjadi salah satu cara untuk terus menjaga semangat dan mengembangkan potensi diri.
Semangat serupa juga ditunjukkan dr. Wahyu Nur Chalamsah Setiawan. Di tengah kesibukannya sebagai dokter spesialis bedah onkologi, ia masih menyempatkan diri menempuh pendidikan S1 Fakultas Hukum UMAHA.
Baginya, ilmu pengetahuan tidak seharusnya terbatas pada satu bidang keahlian. Pendidikan hukum menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, terutama dalam memahami regulasi, hak dan kewajiban, serta aspek hukum yang berkaitan dengan profesinya.
“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki. Gelar dan profesi bukan alasan untuk berhenti belajar. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya secara bijaksana dan memberikan manfaat bagi orang lain,” kata dr. Wahyu.
Rektor UMAHA, dr. Hidayatullah, mengapresiasi semangat para wisudawan yang telah menuntaskan pendidikan dengan latar belakang dan perjalanan masing-masing.
Menurutnya, kisah Juyana dan dr. Wahyu menjadi gambaran bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat. Kesempatan untuk belajar tidak dibatasi usia, pekerjaan, maupun latar belakang seseorang.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh harus dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 525 wisudawan dikukuhkan dalam wisuda ke-24 UMAHA. Kampus berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang berintegritas, profesional, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial.
Kisah Juyana menjadi pengingat bahwa masa tua bukan akhir dari kesempatan untuk bermimpi. Di usia 60 tahun, ia membuktikan bahwa bangku kuliah tetap terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad untuk belajar. Sebab, tidak ada kata terlambat untuk memulai. (TAM)
