Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 0,43 Poin Persentase, Jadi 5,47% di Kuartal III 2026

oleh -33 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Ilustrasi (foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% pada kuartal III-2026 secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,04%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan tersebut dihitung berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 dibandingkan dengan triwulan III-2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,47%,” kata Edy di kantor pusat BPS, Kamis (5/11/2026).

Secara kuartalan atau dibandingkan dengan kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 1,59%. Edy menjelaskan, pola tersebut sejalan dengan kecenderungan musiman pada tahun-tahun sebelumnya, ketika pertumbuhan ekonomi kuartal III biasanya lebih rendah dibandingkan kuartal II.

Sementara secara kumulatif, ekonomi Indonesia hingga kuartal III-2026 tumbuh 5,45%.

BPS mencatat nilai PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2026 mencapai Rp 6.741 triliun. Adapun PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.633,2 triliun.

Konsumsi dan Investasi Topang Pertumbuhan

BPS menyebut konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas belanja masyarakat tetap meningkat.

Nilai transaksi barang dan jasa secara online tumbuh 22,02% secara tahunan. Impor barang konsumsi juga naik 12,77%.

Selain itu, volume penjualan sepeda motor meningkat 8,92%, sedangkan mobil penumpang tumbuh 25,95%. Transaksi uang elektronik bahkan naik 29,23% secara tahunan.

“Volume penjualan sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing sebesar 8,92% dan 25,95% secara yoy. Nilai transaksi uang elektronik tumbuh 29,23% yoy,” papar Edy.

Peningkatan mobilitas masyarakat turut tercermin dari aktivitas pariwisata. Dari sisi produksi, sektor manufaktur juga masih berada di zona ekspansi.

Baca Juga :  Edan! Harga Emas Hari Ini Pecahkan Rekor Termahal Rp 1.759.000 Per Gram

Hal itu terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mencapai 52,75% dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Bank Indonesia sebesar 52,28%.

Selain konsumsi, investasi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai impor barang modal meningkat 12,22% secara tahunan. Realisasi investasi dalam negeri dan asing tumbuh 7,59%, dengan penanaman modal asing (PMA) meningkat 27,45%.

Belanja modal pemerintah dalam APBN juga mencatat pertumbuhan sebesar 20,15% secara tahunan.

BPS turut mencatat stabilitas ekonomi sebagai salah satu faktor pendukung. Kondisi tersebut ditopang kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi serta keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. (cit)