Haedar Nashir Minta Dugaan Penyadapan Diusut Transparan

oleh -24 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., meminta dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah tokoh, termasuk pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas), diusut secara adil dan transparan.

Haedar menegaskan, penanganan kasus tersebut harus berlandaskan prinsip negara hukum, tanpa tebang pilih maupun kepentingan tertentu. “Setiap proses yang ada kaitannya dengan hukum dan proses hukum, tegakkan hukum dengan adil, objektif, dan transparan. Saya yakin ini fondasi kita karena kita negara hukum,” kata Haedar seusai pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis (5/11/2026).

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi hingga memicu perpecahan. Menurutnya, ruang diskusi dan perbedaan pendapat tetap harus dijaga tanpa berkembang menjadi konfrontasi antarkelompok. “Karena sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, yang berotoritas, maka masyarakat diminta tenang, tidak terpecah belah,” ujarnya.

Haedar turut mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar tetap berpedoman pada konstitusi serta mengutamakan kepentingan rakyat, persatuan, keadilan, dan kemakmuran.

Kasus dugaan penyadapan ini mencuat setelah Bareskrim Polri mengungkap adanya akses ilegal terhadap sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, media, pimpinan ormas, LSM, hingga pengusaha.

Dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal tersebut, tiga personel Polri berinisial LSP, ASN, dan EH telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara seorang berinisial SU masih berstatus saksi.

Penyidik menduga praktik tersebut berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026 tanpa prosedur resmi dan tidak berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Haedar berharap proses hukum berjalan baik tanpa mengganggu persatuan masyarakat. Ia juga mengingatkan warga Muhammadiyah agar terus menjadikan organisasi sebagai rumah bersama yang memberi manfaat bagi masyarakat. “Jadikan Muhammadiyah itu rumah untuk semua, dan Muhammadiyah tetap memberi suluh, memberi manfaat bagi kehidupan orang banyak,” pungkas Haedar.(tok)

Baca Juga :  Sri Mulyani: Kebijakan Tarif AS Berpotensi Mempengaruhi Inflasi Global