Takziah Korban Longsor Lumajang, Khofifah Salurkan Bantuan Rumah dan Sembako

oleh -69 Dilihat

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan untuk keluarga korban dan warga terdampak.

Khofifah menemui keluarga Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), yang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat gubernur menyampaikan doa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Khofifah berharap kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Seluruh khilafnya diampuni dan diterima seluruh amal baik serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ujarnya, Senin kemaren, 2/11/2026.

Selain menyampaikan belasungkawa, Khofifah menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan bantuan sembako bagi masyarakat sekitar.

Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan material bangunan untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang rusak akibat longsor. Bantuan tersebut terdiri dari 75 sak semen Portland, 5.000 bata merah, 1.500 genteng, dan 60 batang kayu balok.

Khofifah Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Menurut dia, perubahan cuaca perlu diantisipasi karena sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami kekeringan, sementara daerah lainnya mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Dia menyebutkan, berdasarkan prediksi BMKG yang telah direvisi, puncak kekeringan di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada November 2026. Sementara itu, hujan diprediksi mulai berlangsung pada Desember hingga Februari mendatang.

“Di beberapa tempat kita masih menemukan kelangkaan air bersih. Dropping air bersih masih dilakukan dengan pelibatan BPBD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Karya Siswa SMK Jatim Unjuk Gigi, Expo 2026 Bukukan Transaksi Rp2,9 Miliar

Dia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga harus diikuti kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

Khofifah menyebut sejumlah daerah di Jawa Timur telah mengalami longsor, di antaranya Trenggalek, Malang khususnya wilayah Tirtoyudo, dan Lumajang.

Karena itu, dia meminta mitigasi bencana dilakukan secara berlapis mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa hingga lingkungan RT dan RW.

“Kewaspadaan itu harus dilakukan berlapis. Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat,” tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi kebiasaan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Khofifah yang secara langsung menemui keluarga korban.

Dia berharap dukungan tersebut dapat memberikan kekuatan bagi keluarga korban dan masyarakat Lumajang yang terdampak bencana. (Fri)