Komunitas Dokter Gigi dan Dunia Usaha Bertemu dalam Smash & Smile Padel Tournament

oleh -313 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Hubungan antara komunitas profesional dan dunia usaha tidak selalu harus terbangun melalui aktivitas bisnis. Interaksi dalam kegiatan sosial, olahraga, hingga ruang pertemuan informal juga dapat menjadi cara untuk memperluas jejaring sekaligus memahami ekosistem profesi yang berbeda.

Hal tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Smash & Smile Padel Tournament Vol.1 yang berlangsung di Platinum Padel Surabaya, 31 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan dokter gigi dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa kedokteran gigi, dokter gigi umum, dokter spesialis hingga praktisi senior dari sejumlah daerah.

Menariknya, kegiatan yang berangkat dari komunitas dokter gigi ini juga dihadiri sejumlah pelaku usaha dari bidang lain. Salah satunya Septian Cahyakurnia, Owner CV Kurnia Karya Abadi yang bergerak di bidang konstruksi dan memiliki pengalaman dalam pembangunan serta renovasi fasilitas kesehatan, termasuk klinik gigi dan klinik kecantikan.

Keterlibatannya dalam kegiatan tersebut tidak terlepas dari interaksi yang selama ini terjalin dengan para dokter dan pengelola klinik. Dari pengalaman tersebut, Septian melihat bahwa fasilitas kesehatan memiliki kebutuhan yang lebih kompleks dibandingkan bangunan usaha pada umumnya.

Menurutnya, pembangunan sebuah klinik tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi. Desain ruang, fasilitas, serta lingkungan kerja perlu mempertimbangkan aktivitas pelayanan, kenyamanan pasien, dan kebutuhan tenaga kesehatan.

“Ketika terlibat dalam pembangunan atau renovasi klinik, ada banyak aspek yang perlu dipahami. Bukan hanya bagaimana bangunan itu berdiri, tetapi juga bagaimana ruang tersebut nantinya digunakan untuk mendukung aktivitas pelayanan dan kenyamanan pasien,” ujar Septian.

Ia menilai, pemahaman terhadap kebutuhan sebuah profesi juga dapat diperoleh melalui interaksi langsung dengan komunitasnya. Karena itu, kegiatan seperti turnamen padel menjadi kesempatan untuk mengenal dunia kedokteran gigi dari perspektif yang lebih luas, di luar hubungan profesional maupun pekerjaan.

Baca Juga :  Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Dibuka Lagi 26 September, Pendaki Wajib Patuhi SOP

“Pertemuan seperti ini memberikan kesempatan untuk saling mengenal dalam suasana yang lebih santai. Kita bisa melihat bagaimana sebuah komunitas membangun relasi, menjaga kebersamaan, dan mengembangkan aktivitas positif bersama,” tambahnya.

Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament Vol.1, drg. Edra Brahmantya Susilo, M.M., Sp.KG, mengatakan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang pertemuan bagi kalangan dokter gigi sekaligus memperluas interaksi dengan berbagai pihak yang berada di sekitar ekosistem profesi tersebut.

Menurutnya, dunia kedokteran gigi memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang lain, baik dalam praktik profesional maupun pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan.

“Dokter gigi tentu tidak berdiri sendiri. Dalam perjalanan profesi maupun pengembangan klinik, kami berinteraksi dengan banyak bidang lain. Melalui kegiatan ini, pertemuan tersebut dihadirkan dalam suasana yang lebih ringan. Bukan untuk membicarakan pekerjaan atau transaksi, melainkan membangun hubungan antarmanusia dan saling mengenal ekosistem masing-masing,” jelas Edra.

Smash & Smile Padel Tournament Vol.1 sekaligus menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi medium untuk mempertemukan orang-orang dari latar belakang profesi yang berbeda. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan semacam ini membuka ruang interaksi dan kolaborasi yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha, mengenal komunitas profesional tidak selalu harus diawali dengan agenda komersial. Memahami aktivitas, kebutuhan, dan dinamika komunitas dapat menjadi bagian dari proses membangun hubungan jangka panjang.

Pada akhirnya, sebuah ekosistem profesi tidak hanya dibentuk oleh orang-orang yang berada di dalamnya, tetapi juga oleh berbagai pihak yang berinteraksi dan tumbuh bersama. Sebagaimana dunia klinik, yang tidak hanya berkaitan dengan bangunan dan fasilitas, tetapi juga manusia yang menjalankan serta menghidupkan pelayanan di dalamnya.(ara)