Sejak 14 Agustus, Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan, 1.700 Dibatalkan

oleh -83 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
(Foto: Ilustrasi/ist)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu 3.030 penerbangan di Indonesia selama 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026. Dari total tersebut, sekitar 1.700 penerbangan atau 56% dibatalkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengatakan gangguan itu terjadi pada 154 rute penerbangan yang melayani 78 bandara. Wilayah Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak, termasuk Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun.

“Dari 78 bandara itu ada 3.030 penerbangan terdampak sejak 14 Agustus sampai 25 Oktober. Ada 154 rute, 56% dibatalkan,” kata Lukman di Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan penerbangan, Kemenhub telah menerbitkan dua surat edaran. Aturan tersebut mengatur peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla serta mitigasi risikonya terhadap operasional penerbangan.

Surat edaran itu telah disosialisasikan kepada pihak terkait, termasuk badan usaha angkutan udara.

617 penerbangan perintis ikut terganggu

Dampak karhutla juga dirasakan layanan penerbangan perintis, terutama di Papua, Kalimantan, dan Maluku. Kemenhub mencatat 617 penerbangan perintis terganggu selama periode yang sama.

Rinciannya, Susi Air mencatat 431 penerbangan terdampak, Smart Aviation 154 penerbangan, Asian One Air 20 penerbangan, dan PT Amal 12 penerbangan.

Lukman mengatakan penerbangan internasional sejauh ini belum terdampak secara signifikan. Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, termasuk lepas landas dan pendaratan, masih dapat berlangsung.

Meski begitu, Kemenhub mewaspadai bandara yang memiliki keterbatasan fasilitas navigasi dan alat bantu pendaratan, termasuk Instrument Landing System (ILS). Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus di sejumlah bandara di Kalimantan yang berpotensi terdampak kabut asap.

Kemenhub terus mengingatkan operator penerbangan dan pengelola bandara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang demi menjaga keselamatan penerbangan. (cit)

Baca Juga :  Jalur Grobogan Diterjang Banjir Lagi, 2 KA Dari Surabaya Harus Memutar