KILASJATIM.COM, Pacitan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Pacitan dengan total nilai mencapai Rp 11,499 miliar.
Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial, membantu kelompok rentan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Berdasarkan rekapitulasi bantuan tahun 2026, total alokasi untuk Kabupaten Pacitan mencapai Rp 11.499.873.916. Bantuan tersebut mencakup perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, bantuan keuangan desa, pendidikan, pertanian, perikanan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga pembangunan infrastruktur.
Khofifah mengatakan, bantuan pemerintah harus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut dia, perlindungan sosial perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan agar penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri.
“Kami ingin bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk tumbuh lebih mandiri. Ada kebutuhan dasar yang harus kita bantu penuhi, ada pendidikan anak-anak yang perlu kita dukung, dan ada usaha masyarakat yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin, 26/10/2026.
Dari total tersebut, Dinas Sosial Jawa Timur mengalokasikan Rp 3,842 miliar. Anggaran itu antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.314 keluarga sebesar Rp 2,628 miliar, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 168 penerima senilai Rp 252 juta, serta bantuan bagi penyandang disabilitas sebanyak 105 penerima dengan nilai Rp 378 juta.
Selain itu, sebanyak 120 pilar sosial menerima biaya operasional dan tali asih dengan total Rp 264,8 juta. Para penerima mencakup pendamping sosial, TKSK, dan Tagana.
Dukungan juga diberikan melalui BAZNAS Jawa Timur sebesar Rp 291,5 juta, termasuk bantuan zakat produktif, paket gizi pencegahan stunting, beasiswa, bantuan pendidikan, bedah rumah, serta bantuan alat usaha.
Sementara itu, program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemprov Jatim dialokasikan Rp 250 juta untuk 10 penerima.
Bantuan terbesar lainnya berupa bantuan keuangan desa yang mencapai Rp 5,325 miliar. Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian sebesar Rp 450 juta serta bantuan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan senilai Rp 475,57 juta.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi perhatian Pemprov Jatim terhadap masyarakat Pacitan. Ia berharap seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pesan saya kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Indrata.
Salah satu penerima, Sobikin (77), mengaku bantuan PKH Plus sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak.
“Bantuan ini sangat membantu bagi saya dan keluarga,” ujarnya. (Fri)
