Kadin Jatim Siapkan Uji Coba Teknologi Budidaya Tembakau dari Zimbabe Diterapkan di Pamekasan 

oleh -45 Dilihat
Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe saat kegiatan Tobacco Industry Networking Dinner yang digelar di Surabaya pada akhir pekan lalu. Pertemuan ini mempertemukan sekitar 20 perwakilan petani dan pelaku industri tembakau, asosiasi petani, asosiasi pengusaha rokok, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, perwakilan Zimbabwe, serta Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe. (ist/dok)

KILASJATIM. COM, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memyambut baik pemerintah  Zimbabwe yang menawarkan kerja sama pendampingan petani tembakau di Indonesia, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit, teknik penanaman hingga penanganan pascapanen. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tembakau lokal, khususnya jenis Virginia, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Tawaran tersebut disampaikan dalam kegiatan Tobacco Industry Networking Dinner yang digelar di Surabaya pada akhir pekan lalu. Pertemuan ini mempertemukan sekitar 20 perwakilan petani dan pelaku industri tembakau, asosiasi petani, asosiasi pengusaha rokok, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, perwakilan Zimbabwe, serta Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini membuka peluang bagi petani tembakau Indonesia untuk mempelajari teknik budidaya dan teknologi pengolahan yang telah diterapkan di Zimbabwe.

“Secara prinsip, Kadin Jatim mendukung kolaborasi ini. Harapannya, produktivitas petani tembakau Indonesia bisa meningkat, baik dari sisi budidaya maupun teknologi pascapanen, sehingga mampu bersaing dengan produk impor,” ujar Adik Dwi Putranto, Surabaya, Senin (26/10/2026).

Adik mengatakan, pendampingan dapat mencakup seluruh tahapan produksi, termasuk pengolahan lahan, pemilihan bibit, teknik penanaman, pemotongan, hingga pengeringan tembakau. Transfer pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil panen agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurut dia, peningkatan produktivitas perlu berjalan beriringan dengan upaya melindungi petani lokal. Dengan demikian, petani Indonesia tidak semakin terdesak oleh tembakau impor yang memiliki harga kompetitif maupun produktivitas lebih tinggi.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini adalah tembakau Virginia. Pasokan tembakau Virginia di dalam negeri dinilai belum mencukupi kebutuhan industri sehingga Indonesia masih mengandalkan impor. Zimbabwe dan Brasil merupakan negara pemasok tembakau Virginia yang dikenal di pasar internasional.

Baca Juga :  Kadin Jatim Kupas Aturan Kemasan Polos dan Larangan Bahan Tambahan Lewat Sarasehan Nasional  

Untuk merealisasikan kerja sama, Kadin Jatim menjajaki kemungkinan pelaksanaan proyek percontohan atau pilot project di Pamekasan, Madura. Uji coba direncanakan berlangsung pada 2027 dengan melibatkan satu petani terlebih dahulu. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sebelum program diperluas.

Selain pendampingan budidaya dari Zimbabwe, pertemuan tersebut juga memperkenalkan teknologi pascapanen dari Bulgaria. Perusahaan Tabi DV OOD menawarkan teknologi curing chamber atau ruang pengering tembakau yang berpotensi digunakan untuk meningkatkan proses pengeringan dan kualitas hasil panen.

Bagi Kadin Jatim, keberhasilan kerja sama tersebut akan diukur dari kemampuan petani meningkatkan produktivitas dan menghasilkan tembakau dengan kualitas yang sesuai kebutuhan industri. Dengan begitu, peluang mengurangi impor dapat terbuka, terutama untuk tembakau Virginia, sekaligus memperkuat posisi petani lokal dalam rantai pasok industri hasil tembakau.

Perwakilan Zimbabwe dan penyedia teknologi dari Bulgaria diketahui berada di Indonesia dalam rangka menghadiri pameran industri, termasuk Indonesia Tobacco Expo (ITE) di Jakarta dan kegiatan di Grand City Surabaya. Pertemuan di Surabaya menjadi salah satu upaya mempertemukan pelaku usaha lintas negara untuk menjajaki kolaborasi di sektor tembakau.(nov)