KILASJATIM.COM, Bondowoso – Merawat warisan leluhur sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat menjadi semangat utama *Prajhegghan Fest 2026* di Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Festival bertema “Pesona Raya Budaya: Seni, Tradisi, dan Karya Anak Negeri” ini menjadi panggung pertemuan antara kekayaan tradisi, kreativitas generasi muda, dan potensi ekonomi lokal.
Tak hanya menghadirkan pertunjukan seni, festival tersebut juga memberikan penghormatan kepada para maestro budaya yang selama ini menjaga kesenian daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hendri Widotono, mengapresiasi inisiatif komunitas Nakkanak Prajegghan, koordinator kegiatan, Camat Prajekan, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
Dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut memperkuat penyelenggaraan festival yang mengangkat potensi budaya daerah tersebut.
Menurut Hendri, kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah penting untuk melahirkan karya yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bondowoso memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat, salah satunya Ronteg Singo Ulung. Kekayaan tersebut perlu terus dirawat agar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah perubahan zaman.
**Puluhan Peserta Unjuk Kreativitas, Tradisi Lokal Jadi Sorotan**
Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Fahreza Firdaus, menegaskan bahwa Prajhegghan Fest bukan sekadar festival hiburan. Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk melestarikan seni budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya.
Kecamatan Prajekan memiliki beragam potensi seni dan tradisi, mulai dari Ronteg Singo Ulung, seni tari, seni musik, macopat, hingga vokal solo berbahasa Madura.
Potensi tersebut kemudian dihadirkan dalam berbagai agenda yang melibatkan masyarakat lintas generasi. Sekitar 60 peserta tercatat mengikuti beragam perlombaan seni dan kreativitas dalam rangkaian festival.
Lomba fashion budaya tingkat PAUD dan SD menjadi salah satu kegiatan pembuka. Agenda selanjutnya mencakup lomba tari kreasi Nusantara, lomba vokal solo bahasa Madura, serta penampilan seni dari desa-desa se-Kecamatan Prajekan.
Pertunjukan seni tari dan ketoprak juga dijadwalkan meramaikan festival pada Jumat, sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Prajekan Berselawat pada malam Minggu.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan kreativitas. Seni warisan leluhur tetap mendapat tempat, sementara generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal, mengembangkan, dan memperkenalkannya dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
**Anugerah Kebudayaan, Penghormatan bagi Penjaga Warisan Leluhur**
Di balik kesenian yang masih bertahan hingga sekarang, terdapat para maestro yang konsisten menjaga tradisi dan mewariskan pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya.
Karena itu, pemberian Anugerah Kebudayaan Lokal menjadi salah satu momen penting dalam Prajhegghan Fest 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada para maestro seni dan budaya di Kecamatan Prajekan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempertahankan kekayaan budaya daerah.
Penghormatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan. Diperlukan pula kepedulian terhadap para pelaku seni yang selama ini menjadi penjaga keberlangsungan tradisi.
Melalui anugerah tersebut, diharapkan tumbuh kebanggaan baru di kalangan generasi muda untuk mengenal akar budayanya dan meneruskan perjuangan para pendahulu.
**Libatkan 25 UMKM, Festival Buka Peluang Ekonomi Masyarakat**
Prajhegghan Fest 2026 juga membawa harapan bagi penguatan ekonomi masyarakat desa. Sebanyak 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah Kecamatan Prajekan turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran UMKM diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan memanfaatkan keramaian festival sebagai peluang mengembangkan usaha.
Dengan demikian, manfaat kegiatan kebudayaan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh seniman dan pengunjung, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi lokal.
Kolaborasi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu kekuatan festival ini. Ketika kesenian mendapat ruang untuk berkembang dan produk lokal memperoleh kesempatan untuk dikenal, kegiatan budaya berpotensi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Fahreza juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Koramil Prajekan, Polsek Prajekan, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga agar kegiatan kebudayaan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Prajhegghan Fest 2026 pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Festival ini menjadi ruang untuk menjaga identitas daerah, memberikan panggung kepada generasi muda, menghormati para maestro, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sebab, ketika tradisi terus dirawat dan kreativitas mendapat tempat, kebudayaan bukan hanya menjadi kebanggaan masa lalu, melainkan juga kekuatan untuk membangun masa depan Bondowoso.(wan)
