Bondowoso Gandeng ILO Jenewa, Perkuat Industri Kopi dan Kesejahteraan Petani

oleh -322 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Melalui kolaborasi dengan International Labour Organization (ILO), Bondowoso berupaya meningkatkan daya saing industri kopi sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Tim Kantor Pusat ILO dari Jenewa, Swiss, ke Pendopo Kabupaten Bondowoso. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap Proyek Fase 3 yang berfokus pada pengembangan industri kopi.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai dukungan ILO menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi kopi lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pengembangan industri kopi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen dan nilai penjualan. Aspek kualitas, produktivitas, tata kelola produksi, hingga penguatan rantai pasok juga perlu mendapat perhatian agar memberikan manfaat nyata bagi para petani.

“Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini dapat meningkatkan kehidupan petani, mengoptimalkan tata kelola produksi, dan memastikan lingkungan kerja perkebunan yang baik,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kunjungan langsung ke lapangan yang dilakukan tim sejak pagi memberikan gambaran lebih utuh mengenai kondisi dan tantangan ekosistem kopi di Bondowoso. Hasil peninjauan tersebut diharapkan menjadi bahan penting dalam menentukan langkah pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memperkuat sinergi dengan ILO melalui dukungan fasilitas maupun kebijakan agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Yousra Hamed, Senior Technical Expert Financial Inclusion ILO Jenewa, Thomas dari ILO Jakarta, Kepala OJK Jember Aris Budiman, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Baca Juga :  Angkat Budaya dan Geopark, SDIT KIC Raih Juara 1 Pawai Harjabo

Bupati berharap, kolaborasi yang terus terjalin tidak hanya meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha yang melibatkan petani sebagai bagian penting dalam rantai industri tersebut.

Dengan dukungan lintas lembaga, Bondowoso optimistis pengembangan kopi dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen daerah untuk membangun industri kopi yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan kesejahteraan petani sebagai salah satu tujuan utamanya.(wan)