Angkat Budaya dan Geopark, SDIT KIC Raih Juara 1 Pawai Harjabo

oleh -450 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kreativitas dan semangat melestarikan budaya membawa SDIT Kuntum Insan Cemerlang (KIC) Bondowoso meraih prestasi membanggakan. SDIT KIC berhasil keluar sebagai Juara 1 kategori SD/MI Pawai Harjabo ke-207 Kabupaten Bondowoso Tahun 2026, yang berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Capaian tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pawai. Lewat tema “Merajut Kenangan, Menjaga Harmoni, Lestari Bersama Geopark”, SDIT KIC menghadirkan sebuah pertunjukan yang memadukan kekayaan budaya Bondowoso, potensi alam, hasil bumi, sekaligus keberagaman budaya Nusantara.

Barisan SDIT KIC dibuka dengan ragam tarian khas Bondowoso. Tari Molong Kopi menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian, mengangkat kopi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus potensi unggulan Bondowoso.

Kemudian hadir Tari Topeng Konah, Tari Boneka Kattok, hingga Tari Singo Ulung yang menggambarkan keberanian, kekuatan dan semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Konsep tersebut semakin kuat dengan hadirnya patung Topeng Konah yang dipadukan dengan panorama pegunungan, Kawah Ijen, hasil bumi kawasan Ijen serta kopi Bondowoso. Semuanya dirangkai menjadi satu gambaran tentang daerah yang kaya budaya sekaligus memiliki kekayaan alam dan potensi besar.

Menariknya, barisan ditutup dengan penampilan para murid mengenakan beragam busana adat Nusantara. Perbedaan pakaian adat dari berbagai daerah menjadi simbol bahwa keberagaman suku, daerah dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam satu harmoni.

Kepala SDIT Kuntum Insan Cemerlang (KIC) Bondowoso, Irma Trias Santi, S.P., S.Pd., mengatakan, kemenangan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus buah dari proses panjang yang melibatkan seluruh keluarga besar sekolah.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Anak-anak sudah berlatih dan mempersiapkan penampilan dengan penuh semangat. Yang kami tanamkan bukan hanya bagaimana tampil bagus di depan masyarakat, tetapi bagaimana mereka memahami makna budaya yang mereka tampilkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ibu Pembuang Jasad Bayinya di Warung Menanggal Surabaya Tertangkap

Menurut Irma, tema yang diusung sengaja dirancang untuk mempertemukan kekayaan budaya dengan potensi alam Bondowoso. Para siswa diajak melihat bahwa budaya dan alam merupakan bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama.

“Kami ingin anak-anak sejak dini memiliki rasa bangga terhadap Bondowoso. Mereka mengenal Topeng Konah, Singo Ulung, kopi, Ijen dan berbagai kekayaan budaya lainnya bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai warisan yang harus mereka cintai dan lestarikan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, siswa, serta orang tua/wali murid yang telah memberikan dukungan penuh. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi salah satu kekuatan sehingga persiapan hingga pelaksanaan pawai dapat berjalan dengan baik.

“Juara satu ini tentu menjadi kebahagiaan bersama, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah pengalaman dan nilai yang diperoleh anak-anak. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, mencintai budaya daerah, peduli terhadap lingkungan, dan mampu membawa nama Bondowoso semakin dikenal,” pungkasnya.

Bagi SDIT KIC, pawai tersebut menjadi ruang belajar yang nyata bagi anak-anak. Setiap jejak budaya menjadi kenangan, setiap keberagaman menjadi harmoni, dan setiap warisan yang dijaga menjadi bekal untuk masa depan.

SDIT Kuntum Insan Cemerlang Bondowoso — melangkah dengan budaya, tumbuh bersama alam, dan berkarya untuk Indonesia.(wan)