BCA dan BI Jatim Dorong Digitalisasi QRIS, 475 Tenant Royal Plaza Ikuti Kompetisi Transaksi Non-Tunai

oleh -453 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan transaksi non-tunai di sektor ritel. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Kompetisi Transaksi QRIS bagi tenant Royal Plaza Surabaya yang berlangsung pada 1–31 Oktober 2026.

Program ini melibatkan sekitar 475 tenant pengguna mesin Electronic Data Capture (EDC) dan QRIS BCA. Melalui kompetisi tersebut, BCA dan BI Jatim berupaya meningkatkan penggunaan QRIS, memperluas edukasi transaksi digital, serta mendorong terbentuknya ekosistem pusat perbelanjaan tanpa uang tunai atau cashless mall di Royal Plaza Surabaya.

Royal Plaza dipilih karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya dengan aktivitas perdagangan dan perputaran transaksi yang dinamis. Kondisi ini dinilai menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan sistem pembayaran digital di kalangan pelaku usaha ritel.

EVP Merchant Business Division BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, mengatakan partisipasi ratusan tenant dalam program tersebut menunjukkan antusiasme pelaku usaha terhadap penggunaan QRIS.

“Keikutsertaan 475 tenant pada kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang baik terhadap penggunaan QRIS di Royal Plaza Surabaya. Kami melihat masih ada transaksi tunai dan penggunaan QRIS belum optimal, sehingga edukasi yang dipadukan dengan apresiasi bagi tenant diharapkan dapat mempercepat peralihan ke transaksi non tunai,” kata Ketut.

Menurutnya, program kompetisi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BCA, Bank Indonesia, dan mitra pusat perbelanjaan dalam mengembangkan ekosistem pembayaran digital.

BCA berharap semakin banyak tenant memanfaatkan solusi pembayaran digital untuk mendukung kelancaran transaksi dan pertumbuhan usaha. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra serta menghadirkan solusi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Baca Juga :  Wapres Gibran Apresiasi Ibu-Ibu Bondowoso, Kredit PNM Mekaar Nyaris Tanpa Macet

26 Tenant Berpeluang Menjadi Pemenang Kompetisi QRIS

Dalam Program Kompetisi Transaksi QRIS, peserta dibagi ke dalam dua kategori Line of Business (LOB), yaitu Food & Beverages (F&B) dan Non-F&B. Kompetisi ini tidak mencakup tenant pada kategori Jewelry, Household, Groceries, dan Department Store.

Peserta juga dikelompokkan berdasarkan status kemitraan dengan BCA, yakni Existing Merchant bagi tenant yang telah menjadi merchant BCA dan New Merchant bagi tenant yang belum menjadi merchant BCA.

Penentuan pemenang didasarkan pada frekuensi transaksi QRIS tertinggi. Untuk kategori Existing Merchant, masing-masing LOB akan memilih 10 tenant sebagai pemenang. Sementara itu, kategori New Merchant akan memilih tiga tenant dari setiap LOB.

Dengan skema tersebut, total terdapat 26 tenant yang berpeluang menjadi pemenang kompetisi. Skema ini diharapkan mendorong tenant untuk semakin aktif memanfaatkan QRIS dalam transaksi sehari-hari sekaligus memperluas penggunaan pembayaran non-tunai di lingkungan pusat perbelanjaan.

BCA dan BI Jatim Edukasi Tenant soal QRIS dan Perlindungan Konsumen

Selain menggelar kompetisi, BCA dan Bank Indonesia juga menyelenggarakan Gathering Tenant Royal Plaza pada 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri 76 tenant untuk meningkatkan partisipasi sekaligus memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai transaksi digital.

Dalam kegiatan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memberikan sosialisasi mengenai sistem pembayaran digital di Indonesia, khususnya QRIS. Materi yang disampaikan juga mencakup PEKA atau Peduli, Kenali, Adukan, serta perlindungan konsumen.

Sementara itu, BCA memperkenalkan keunggulan dan cara penggunaan aplikasi Merchant BCA, termasuk mekanisme Program Kompetisi Transaksi QRIS yang sedang berlangsung di Royal Plaza Surabaya.

Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman tenant mengenai penggunaan QRIS, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami pentingnya perlindungan konsumen dalam aktivitas transaksi digital.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19 dan Kompetisi Makin Ketat, XL Axiata Berhasil Catatkan Laba Bersih Rp 1,7 triliun

Ketut mengatakan, pemahaman yang baik mengenai sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi non-tunai yang semakin luas.

“Melalui Gathering Tenant dan Program Kompetisi Transaksi QRIS ini, kami berharap para tenant tidak hanya semakin memahami penggunaan QRIS dan aplikasi Merchant BCA, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai perlindungan konsumen. Dengan demikian, peralihan ke transaksi non tunai dapat memberikan manfaat bagi tenant maupun pelanggan,” ujarnya.

Ia optimistis kolaborasi BCA, Bank Indonesia, dan Royal Plaza Surabaya dapat mempercepat pemanfaatan pembayaran digital di sektor ritel. Upaya tersebut sekaligus diharapkan menjadikan Royal Plaza sebagai pusat perbelanjaan dengan konsep cashless yang memberikan kemudahan transaksi bagi pelaku usaha maupun pengunjung.

Melalui program ini, BCA dan BI Jatim menargetkan peningkatan frekuensi transaksi QRIS sekaligus penguatan literasi pembayaran digital. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi digital, khususnya di pusat-pusat perdagangan dan perbelanjaan di Jawa Timur. (ara)