KILASAJTIM.COM, Surabaya – Suraji (44), relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Ia mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan api dan kini masih membutuhkan alat bantu napas.
Selain luka bakar, Suraji mengalami infeksi berat dan infeksi paru-paru. Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengatakan Suraji dirawat di Ruang Observasi Intensif (ROI) sejak Jumat (16/10).
“Beliau masih memerlukan bantuan mesin untuk bernapas. Beberapa masalah kesehatan yang sedang ditangani adalah infeksi berat akibat luka bakar, rendahnya kadar protein darah, dan infeksi pada paru,” kata Niken dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (20/10/2026).
Tim medis memberikan tambahan protein melalui infus dan antibiotik untuk menangani kondisi tersebut. Suraji masih membutuhkan pemantauan ketat dan perawatan intensif.
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Syarief berharap Suraji segera pulih dan bisa kembali beraktivitas.
“Kita doakan mudah-mudahan dapat segera sembuh dan sehat seperti sediakala, sehingga bisa beraktivitas kembali,” ujarnya saat ditemui di RSUD Dr Soetomo, Senin.
Korban Meninggal Karhutla Bromo Jadi 5 Orang
Di tengah perawatan Suraji, jumlah petugas dan relawan yang meninggal dunia akibat karhutla di kawasan TNBTS bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Munawi (44), petugas Balai Besar TNBTS yang meninggal di RSUD Dr Soetomo pada Senin (19/10/2026).
Munawi mengalami luka bakar serius saat memadamkan kebakaran di kawasan Bromo. Ia dirujuk ke RSUD Dr Soetomo dan menjalani operasi pada Kamis (15/10/2026).
Sebelum meninggal, Munawi dirawat di ruang perawatan intensif dengan luka bakar sekitar 51 persen dari luas permukaan tubuh. Ia juga mengalami kegagalan multi-organ.
Niken mengatakan kondisi Munawi terus memburuk sejak Senin pagi. Tekanan darah dan detak jantungnya menurun meski tim medis telah meningkatkan pemberian obat untuk menopang fungsi jantung.
Tim medis juga melakukan resusitasi jantung, tetapi tidak berhasil memulihkan detak jantung pasien. Munawi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.55 WIB di hadapan keluarga.
“Pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.55 di hadapan keluarga dan keluarga menerima,” kata Niken.
Sebelum Munawi, empat orang telah lebih dahulu meninggal akibat kebakaran tersebut. Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), petugas Balai Besar TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), relawan yang bekerja di sebuah hotel setempat.
Dengan meninggalnya Munawi, total korban meninggal dalam insiden karhutla Bromo mencapai lima orang. Sementara itu, Suraji masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo. (cit)
