110 Bangunan KDKMP di Bondowoso Rampung, Bupati Dorong Operasional Segera Dimulai

oleh -370 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan. Dari target 219 desa, sebanyak 113 desa telah melaksanakan pembangunan, dengan 110 bangunan di antaranya dinyatakan rampung 100 persen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 titik KDKMP telah menjalani verifikasi dan validasi (verval) oleh tim pusat dan kini dipersiapkan untuk memasuki tahap operasionalisasi. Pelaksanaannya tinggal menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat.

Perkembangan itu menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Coffee Morning Tim Pusat KDKMP Mabes TNI bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan program tersebut melalui penguatan koordinasi bersama TNI, Polri, dan seluruh perangkat daerah terkait.

Menurut Abdul Hamid, sinergi lintas sektor diperlukan agar berbagai kebutuhan dalam penyiapan operasional KDKMP dapat ditangani secara terkoordinasi. Mulai dari persoalan pertanahan, pertanian, hingga pemberdayaan desa, seluruhnya membutuhkan kesamaan pemahaman dan langkah nyata di lapangan.

Ia berharap pertemuan bersama Tim Pusat KDKMP Mabes TNI tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan tindak lanjut konkret sehingga program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Prawito, memaparkan bahwa dari 110 bangunan yang telah rampung, sebanyak 94 titik sudah melalui proses pemeriksaan oleh tim pusat.

Verval tersebut dilaksanakan oleh tiga tim. Tim 180 yang dipimpin Marsma TNI Asep Rahman memeriksa 40 titik, Tim 181 di bawah pimpinan Marsma TNI Setiawan memeriksa 41 titik, sedangkan Tim 182 yang dipimpin Brigjen TNI Yanto Nengolan memeriksa 13 titik di Bondowoso dan mendapat tugas tambahan di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga :  Bupati Abdul Hamid Lantik Enam Pejabat Baru, Tegaskan Kinerja dan Integritas

Pemeriksaan meliputi kondisi dan kualitas bangunan, akses jalan, ketersediaan air dan listrik, serta kelengkapan peralatan pendukung operasional koperasi.

Sejumlah perlengkapan yang disediakan melalui dukungan PT Agrinas Pangan Nusantara antara lain kendaraan operasional berupa mobil, truk, pikap dan motor roda tiga, serta AC, CCTV, mesin kasir, rak, palet gudang, dan pakaian pegawai.

“Sebanyak 94 titik sudah melalui verifikasi dan validasi. Untuk pelaksanaan operasionalisasinya, kami masih menunggu instruksi dari pusat,” jelas Prawito. Senin 19/10/2026.

Ia menambahkan, kesiapan KDKMP tidak hanya dilihat dari bangunan dan kelengkapan sarana, tetapi juga dari aspek pengelolaan. Titik-titik yang telah rampung disebut sudah memiliki manajer koperasi yang ditunjuk oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam skema pengelolaan yang dipaparkan, Agrinas akan mengawasi dan mengelola operasional KDKMP selama dua tahun pertama. Setelah berjalan sesuai ketentuan dan harapan pemerintah, pengelolaan direncanakan diserahterimakan kepada desa.

Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Desa

KDKMP dirancang menjadi bagian dari jaringan koperasi yang saling terhubung, bukan sekadar unit usaha yang berdiri sendiri di masing-masing desa atau kelurahan.

Salah satu sasaran utamanya ialah memperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat, termasuk LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram, Minyakita, pupuk, dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Selain distribusi barang, KDKMP juga diharapkan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kecil melalui kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema tersebut diharapkan memberikan alternatif pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, sehingga ketergantungan terhadap rentenir dapat dikurangi.

Koperasi ini juga diproyeksikan menjadi off-taker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa. Melalui jaringan antarkoperasi, produk unggulan lokal berpeluang dipasarkan ke luar daerah, bahkan menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  RS Cahya Medika dan IHC PT Rolas Nusantara Medika Resmi Jalin Kerja Sama, Bupati: Wujud Nyata Peningkatan Layanan Kesehatan di Bondowoso

Sementara itu, rencana penyediaan apotek di KDKMP masih dalam tahap koordinasi dan menunggu instruksi resmi dari Dinas Kesehatan.

Dengan progres pembangunan yang telah dicapai, dukungan pemerintah daerah serta koordinasi bersama TNI dan instansi terkait menjadi bagian penting untuk mendorong kesiapan KDKMP hingga memasuki tahap operasional.

Harapannya, keberadaan koperasi tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas usaha baru di desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperluas pemasaran produk lokal, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap barang serta layanan yang dibutuhkan.(wan)