KILASJATIM.COM, Surabaya – Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Wilayah Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui penguatan peran akademisi dan pendekatan keilmuan sosial-humaniora. Organisasi profesi ini siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengawal serta merumuskan berbagai kebijakan publik strategis berbasis kajian ilmiah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pengurus HIPIIS Jatim yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (17/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat program kerja organisasi sekaligus mendorong keterlibatan akademisi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Jawa Timur.
Ketua HIPIIS Jatim, Prof. Dr. Falih Suaedi, M.Si., menegaskan bahwa HIPIIS tidak ingin hanya menjadi menara gading yang berkutat di lingkungan akademik. Menurut dia, keilmuan sosial harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan.
Dekan FISIP UNAIR periode 2020–2025 tersebut menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara akademisi ilmu sosial dan para pemangku kebijakan (stakeholders) untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“HIPIIS Jatim berkomitmen penuh untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi. Kami ingin mewarnai dan menjadi pusat pengembangan keilmuan sosial-humaniora di Jatim, sekaligus menjadi mitra strategis dalam merumuskan policy atau kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Prof. Falih.
Sebagai langkah konkret, HIPIIS Jatim tengah menyiapkan agenda silaturahmi dengan Gubernur Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, pengurus berencana menyerahkan buku book chapter bertajuk “Jatim: Gerbang Baru Nusantara The Beyond Level” sebagai sumbangsih pemikiran akademisi untuk pembangunan daerah.
Wakil Ketua HIPIIS Jatim, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa buku tersebut disusun untuk memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi Jawa Timur dalam lingkup nasional. Gagasan yang dihimpun dari para pakar HIPIIS diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai peran strategis Jawa Timur dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Buku ini adalah sumbangsih pemikiran dari para pakar HIPIIS untuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai simpul utama ekonomi, logistik, serta penghubung utama wilayah Indonesia bagian barat dan timur. Kita ingin mendorong Jatim melangkah ke level yang lebih tinggi (the beyond level),” kata Surokim yang juga ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek buku tersebut.
Selain menyiapkan buku strategis, HIPIIS Jatim berencana menggelar agenda bedah buku dan Refleksi Akhir Tahun 2026. Kegiatan ini akan menjadi ruang diskusi untuk mengulas dinamika sosial-politik di tingkat regional maupun nasional secara kritis, objektif, dan berbasis perspektif keilmuan sosial-humaniora.
Di sisi internal, HIPIIS Jatim juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas program kerja. Upaya tersebut mencakup digitalisasi keanggotaan melalui kartu berbasis e-money, pengumpulan basis data kepakaran pengurus, serta rencana penyelenggaraan rapat kerja secara bergilir di berbagai kampus di Jawa Timur.
Penguatan basis data kepakaran diharapkan memudahkan organisasi mengidentifikasi kompetensi para pengurus dan akademisi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Dengan demikian, HIPIIS Jatim dapat lebih optimal dalam memberikan rekomendasi dan masukan ilmiah terhadap persoalan pembangunan daerah.
Sekretaris HIPIIS Jatim, Dr. Umar Sholahudin, M.Sosio., menambahkan bahwa organisasi juga akan menangkap persepsi masyarakat terhadap berbagai isu strategis di Jawa Timur melalui survei opini publik.
“Kami akan mengadakan Survei Opini Publik yang berbasis pada academic opinion leader. Langkah ini penting untuk mengangkat eksistensi HIPIIS sekaligus menyediakan data ilmiah yang sahih bagi publik dan pemerintah dalam melihat dinamika pembangunan di Jawa Timur,” pungkas Umar.
Rencana survei tersebut diharapkan dapat memperkaya informasi mengenai pandangan masyarakat terhadap isu-isu strategis daerah. Hasilnya juga berpotensi menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memahami dinamika sosial dan mengevaluasi arah pembangunan Jawa Timur.
Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, penyusunan buku strategis, penyelenggaraan forum akademik, hingga pengembangan survei opini publik menjadi bagian dari upaya HIPIIS Jatim memperluas kontribusi ilmu-ilmu sosial di ruang publik.
Dengan melibatkan pakar lintas kampus dan memperkuat agenda berbasis riset, HIPIIS Jatim ingin menempatkan ilmu sosial-humaniora sebagai salah satu landasan penting dalam perumusan kebijakan publik dan pembangunan daerah.
Sebagai informasi, Pengurus Wilayah HIPIIS Jawa Timur periode 2026–2030 telah resmi dilantik pada Rabu (23/9/2026). Prosesi pelantikan berlangsung bersamaan dengan Seminar Nasional HIPIIS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Pelantikan pengurus wilayah, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS yang juga menjabat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Dengan kepengurusan baru dan sejumlah agenda strategis yang disiapkan, HIPIIS Jatim menargetkan penguatan peran akademisi dalam menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan data ilmiah yang dapat mendukung pembangunan Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.(ara)
