DPRD Surabaya Dorong Percepatan Perbaikan Sekolah Negeri, SDN Semolowaru IV Kekurangan 4 Ruang Kelas

oleh -52 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pendataan dan perbaikan sarana serta prasarana sekolah negeri.

Hal itu disampaikan setelah ditemukan persoalan keterbatasan ruang kelas di SDN Semolowaru IV, Surabaya. Sekolah tersebut memiliki 12 rombongan belajar (rombel), tetapi hanya tersedia delapan ruang kelas.

Akibatnya, empat rombel harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari. Bahkan, sebagian siswa terpaksa belajar di perpustakaan dengan duduk lesehan karena keterbatasan ruang dan fasilitas.

Bahtiyar menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam menindaklanjuti usulan perbaikan sekolah.

“Ini menjadi potret buruk koordinasi antar-OPD yang perlu diperbaiki. Kalau sudah diajukan sejak Maret, seharusnya ada tindak lanjut. Apalagi sekarang sudah mendekati pembahasan APBD 2027,” kata Bahtiyar, Jumat, 16/10/2026.

Menurut dia, Pemkot Surabaya perlu melakukan pemetaan terhadap seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP. Pendataan tersebut mencakup kebutuhan ruang kelas, kondisi bangunan, meja dan kursi, hingga fasilitas dasar lainnya.

Bahtiyar menekankan, anggaran perbaikan tidak harus diberikan secara merata kepada seluruh sekolah. Pemerintah perlu menentukan skala prioritas berdasarkan kondisi dan tingkat urgensi masing-masing sekolah.

Ia juga mendorong Pemkot Surabaya menggandeng pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas sumber pembiayaan perbaikan sekolah.

“Kalau sarana dan prasarana sekolah bisa disinergikan antara anggaran pusat dan APBD, tentu akan lebih baik. Kita petakan dulu sekolah mana yang membutuhkan penanganan, lalu tentukan sumber anggarannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau SDN Semolowaru IV pada 7 Oktober 2026. Ia menemukan empat rombel harus masuk siang karena sekolah hanya memiliki delapan ruang kelas.

Baca Juga :  DPRD Surabaya Berbagi Santunan dan Buka Puasa dengan Anak Yatim

Eri juga mendapati perpustakaan digunakan sebagai ruang belajar tanpa dilengkapi bangku. Sejumlah meja dan kursi siswa juga ditemukan dalam kondisi rusak.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Eri meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah negeri.

Ia menargetkan seluruh SD dan SMP negeri di Surabaya dibenahi pada 2027.

“Insyaallah pada 2027, semua sekolah negeri, baik SD maupun SMP, akan saya benahi. Jadi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan prestasinya juga bisa semakin baik,” kata Eri. (Fri)