Karhutla Bromo Tewaskan 4 Orang, Kapolres Ikut Evakuasi Korban

oleh -170 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Foto Istimewa

KILASAJTIM.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman. Dua orang lainnya mengalami luka bakar setelah terjebak kobaran api dan kepulan asap pekat, Kamis (15/10/2026).

Para korban merupakan bagian dari tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta relawan dari karyawan hotel setempat. Mereka terjebak saat berupaya memadamkan api di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari, Mentigen, dan Blok Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Polisi kini menyelidiki penyebab kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana.

“Kami dari Polda Jawa Timur mengucapkan turut berduka cita, belasungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban dalam upaya bersama untuk melakukan pemadaman terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Jules saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Evakuasi korban meninggal akibat kebakaran hutan di Bromo. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan data yang dihimpun, empat korban meninggal dunia terdiri dari dua petugas TNBTS dan dua relawan karyawan hotel.

Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wigayanata (25), petugas TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), relawan dari karyawan hotel setempat.

Hendra sebelumnya mengalami luka bakar parah dan sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sukapura. Namun, kondisinya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, dua korban luka bakar lainnya merupakan anggota MMP dan seorang relawan. Keduanya dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 12 orang dari tim gabungan berangkat menuju titik api di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga :  2.056 Wisatawan Ajukan Refund Tiket Bromo Gegara Karhutla

Namun, kondisi medan yang terjal dan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat. Kepulan asap pekat juga menyulitkan petugas dan relawan yang berada di sekitar titik pemadaman.

Sekitar pukul 13.30 WIB, tim yang berada di luar jangkauan api menerima pesan darurat dari rekan-rekan mereka. Sejumlah petugas dan relawan dilaporkan terjebak kobaran api serta asap pekat dan meminta pertolongan.

Saat tim penyelamat tiba, enam orang diketahui menjadi korban. Tiga orang awalnya dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi empat setelah Hendra mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan.

Enam anggota tim lainnya dilaporkan selamat.

Proses evakuasi berlangsung sulit karena medan perbukitan yang terjal dan tidak dapat dijangkau kendaraan secara langsung.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa mengatakan tim gabungan harus mengevakuasi korban dengan berjalan kaki. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki bahkan turut menandu korban sejauh sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

“Karhutla pada Kamis, korban ada 12 orang. Enam orang selamat, tiga orang meninggal, tiga orang lainnya luka-luka dan saat ini kami baru selesai melakukan evakuasi,” kata Widy dalam keterangan awal, Kamis.

Data tersebut disampaikan sebelum adanya konfirmasi penambahan korban meninggal dunia.

Polda Jatim bersama Polres Probolinggo dan Polsek Sukapura melakukan penyelidikan atas insiden yang menewaskan empat orang tersebut. Tim Inafis diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan sejumlah saksi, termasuk petugas yang selamat, dimintai keterangan.

Jules mengatakan polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana.

“Terkait adanya unsur kelalaian ataupun unsur tindak pidana, tentu kami harus melakukan pendalaman terkait dengan penyebab pasti dari meninggalnya tiga orang maupun tiga orang lagi yang mengalami luka bakar,” tegasnya.

Baca Juga :  Salam Cak Imin, Coblos Nomor 2!

Hingga Kamis malam, penyebab awal munculnya titik api maupun ada tidaknya unsur pidana dalam insiden tersebut masih dalam penyelidikan. (cit)