KILASAJTIM.COM, Surabaya – Bernardo Tavares mewaspadai kekuatan PSS Sleman menjelang duel melawan Persebaya Surabaya. Kemenangan telak 3-0 atas PSM Makassar menjadi sinyal bagi Green Force untuk mengantisipasi beragam ancaman Super Elja, mulai dari pemain berpostur tinggi hingga penyerang cepat.
Persebaya akan menjamu PSS pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026). Bajol Ijo membidik hasil positif setelah menang 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Lampung.
Namun, PSS datang dengan modal meyakinkan. Tim asuhan Pieter Huistra itu menang 3-0 atas PSM pada laga sebelumnya. Hiromu Tanaka memborong dua gol, sedangkan satu gol lainnya dicetak Matheus Fornazari.
Tavares menilai PSS memiliki komposisi pemain yang bisa menghadirkan ancaman dengan berbagai cara. Selain sejumlah pemain asing, tim berjuluk Super Elja itu memiliki penyerang berpostur tinggi dan pemain yang mampu bergerak di beberapa posisi lini depan.
“Mereka memiliki sejumlah pemain bertubuh tinggi, termasuk penyerang dengan tinggi lebih dari dua meter. Selain itu, ada Gustavo Tocantins dan pemain asal Jepang, Tanaka, yang mencetak dua gol pada pertandingan terakhir,” kata Tavares di laman resmi klub, Kamis (15/10/2026).
Pelatih asal Portugal itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengabaikan Riko Simanjuntak. Pengalaman winger senior tersebut di kompetisi sepak bola Indonesia dinilai menjadi salah satu kekuatan PSS.
“Jangan lupakan Riko Simanjuntak yang berpengalaman dan sudah sangat mengenal kompetisi Super League. Lini pertahanan mereka juga diperkuat sejumlah pemain asing dan pemain lokal berpengalaman,” ujarnya.
Persebaya Antisipasi Umpan Silang dan Serangan Cepat
Tavares menegaskan, Persebaya harus mampu membaca karakter permainan lawan. Postur pemain PSS menjadi ancaman dalam duel udara dan situasi bola silang, sedangkan pemain cepat berpotensi mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan.
Karena itu, Persebaya perlu memutus jalur umpan menuju area berbahaya sekaligus menjaga kedalaman pertahanan. Jarak antarpemain juga harus tetap terjaga agar PSS tidak leluasa menemukan ruang untuk menyerang.
“Jika mereka mengandalkan pemain bertubuh tinggi di lini depan, kami harus berusaha mencegah umpan silang masuk ke area berbahaya. Jika mengandalkan pemain cepat, kami harus mengontrol kedalaman pertahanan dan menjaga jarak antarpemain,” jelasnya.
Menurut Tavares, komposisi pemain PSS memungkinkan mereka menerapkan pendekatan permainan yang berbeda. Persebaya pun harus siap beradaptasi dengan situasi pertandingan, bukan hanya mengandalkan keunggulan sendiri.
“Dengan komposisi tersebut, mereka bisa bermain dengan pendekatan yang berbeda-beda. Karena itu, kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” imbuhnya.
Berbagai skenario serangan PSS menjadi perhatian dalam latihan Persebaya menjelang laga di GBT. Disiplin dan fokus akan menjadi modal penting bagi Green Force untuk meredam ancaman tim tamu sekaligus menjaga peluang meraih hasil maksimal di hadapan Bonek dan Bonita. (cit)
