KILASAJTIM.COM, Surabaya – Sejumlah fasilitas di Rumah Potong Hewan Tambak Oso Wilangun (RPH TOW), Surabaya, dilaporkan mengalami kerusakan selama operasional. Fasilitas yang disorot mulai dari pintu bongkar muat sapi hingga rel pintu geser kandang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan RPH TOW pada 2022–2023 disebut menelan anggaran Rp 4,8 miliar untuk mendukung relokasi aktivitas pemotongan hewan dari RPH Pegirian.

Fasilitas tersebut disebut telah selesai dibangun dan beroperasi pada 2025. Namun, sejumlah bagian dilaporkan mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki selama digunakan.
Kerusakan yang disebut terjadi antara lain pintu unloading sapi yang patah, rel pintu geser yang rusak, serta sistem pengunci restraint box yang harus dibenahi. Konstruksi besi kandang sapi, termasuk sambungan antarbesi, juga menjadi sorotan karena dinilai tidak sesuai harapan.
Perbaikannya disebut dilakukan oleh pekerja internal RPH.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan fasilitas, kualitas pekerjaan konstruksi, serta proses pemeriksaan dan pemeliharaan setelah bangunan mulai digunakan.
Dari penelusuran, terdapat dua kali lelang pengerjaan RPH TOW maisng masing senilai Rp 1 Miliar lebih dan pengadaan mesin pendingin atau cold storage non tander senilai Rp 396 juta lebih.
Meski demikian, penyebab kerusakan belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui apakah kerusakan berkaitan dengan kualitas konstruksi, intensitas penggunaan, pemeliharaan, atau faktor lainnya.
Perlu diketahui, rencana pemindahan RPH Pegirian ke lokasi TOW direncakan Pemkot Surabaya sejaj 2016 dan molor hingga pada awal Januari 2026 dilakukan ujicoba dan operasional terbatas hingga resmi beroperasi pada Juni 2026.
Ditengah uji coba, pada 10 Maret 2025, DPRD Surabaya mengesahkan perubahan bentuk badan hukum PD RPH Surya menjadi Perseroda RPH Surya. Perubahan tersebut berkaitan dengan kelembagaan perusahaan daerah yang mengelola usaha rumah potong hewan.
Seiring berjalannya waktu, beberpa bulan beroperasi, beberapa sarana dan prasarana RPH TOW alami kerusakan. (cit)
