Cak Yebe Siapkan 200 Komposter, Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

oleh -37 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pengelolaan sampah organik didorong menjadi pintu masuk untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat kampung di Surabaya. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe menyiapkan sekitar 200 tong komposter untuk RW binaannya di Dapil 5.

Program ini mengadaptasi konsep pengelolaan lingkungan Kampung Malaka Jaya, Jakarta Timur. Namun, penerapannya di Surabaya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kampung.

Tahap awal dimulai di Perumahan Gunung Sari Indah (GSI), RW 9 Kelurahan Kedurus. Sebanyak 20 tong komposter berkapasitas 160 liter telah didistribusikan kepada warga.

“Ini sebagai starter untuk mengawali program pengolahan sampah organik di lingkungan warga,” kata Cak Yebe, Selasa (6/10/2026).

Menurut politikus Gerindra itu, pengolahan sampah tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Sampah organik yang diolah dapat menghasilkan kompos untuk tanaman pangan, kebun lingkungan hingga urban farming.

Konsep serupa juga diarahkan ke sejumlah wilayah binaannya, yakni RW 3 dan RW 4 Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik; RW 4 Jajar Tunggal; RW 1 Kedurus; RW 3 Jeruk; serta RW 2 dan RW 3 Warugunung.

Cak Yebe mengatakan konsep Malaka Jaya menarik karena pengolahan sampah, tanaman produktif, kolam gizi dan budidaya ikan dikembangkan dalam satu ekosistem yang melibatkan warga.

“Konsepnya saya terinspirasi dari Malaka Jaya. Di sana limbah organik bisa dikembangkan menjadi bagian dari ketahanan pangan dan kegiatan produktif warga,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan model tersebut tidak akan diterapkan mentah-mentah di Surabaya. Program akan disesuaikan dengan luas lahan, jumlah warga dan karakter masing-masing kampung.

“Prinsipnya bagaimana limbah organik bisa dikelola dan hasilnya kembali memberikan manfaat untuk warga,” katanya.

Tiap RW Minimal Dapat 4 Komposter

Untuk tahap awal, setiap RW binaan yang berminat menjalankan program akan mendapat minimal empat tong komposter berkapasitas 160 liter. Jumlahnya dapat ditambah sesuai cakupan wilayah dan kebutuhan.

Baca Juga :  Kasus Jual Beli Kapal PT ENB, Putusan Hakim Bebaskan Terdakwa dari Tahanan Kota

Dalam rangkaian jaring aspirasi masyarakat kali ini, Cak Yebe menyiapkan sekitar 200 unit komposter untuk dibagikan ke RW-RW binaannya.

Bantuan tersebut diberikan secara swadaya sebagai pemicu agar warga mulai mengelola sampah organik secara mandiri.

“Kurang lebih dalam jaring aspirasi kali ini saya akan memberikan 200 unit tong komposter ke RW-RW binaan di Dapil 5,” ujarnya.

Cak Yebe menegaskan komposter bukan tujuan akhir. Ia ingin pengolahan sampah berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberi manfaat langsung bagi warga.

“Sampah organik diolah, kemudian hasilnya bisa digunakan untuk tanaman, kebun pangan atau kegiatan produktif lain. Dengan begitu, ketahanan pangan benar-benar bisa tumbuh dari kampung,” katanya.

Ia berharap warga tidak berhenti sebagai penerima bantuan. Setelah pengolahan sampah berjalan, program dapat dikembangkan menjadi tanaman pangan, urban farming hingga budidaya ikan sesuai potensi masing-masing wilayah. (FRI)