700 Pelajar dari Berbagai Sekolah Semarakkan Hari Santri di Wonosari

oleh -361 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak hanya terasa di lingkungan pesantren. Di SMKS Manbaul Ulum Wonosari, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Bondowoso ikut larut dalam kemeriahan peringatan tersebut.

Lebih dari 700 siswa MTs dan SMP, baik negeri maupun swasta, memadati lingkungan SMKS Manbaul Ulum Wonosari. Mereka datang dari berbagai penjuru Bondowoso untuk mengikuti beragam kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian HSN 2026.

Sejak kegiatan berlangsung, suasana di lingkungan sekolah tampak semarak. Para peserta saling menunjukkan kemampuan terbaiknya, namun tetap menjunjung sportivitas dan kebersamaan. Kompetisi pun menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah bakat sekaligus membangun kepercayaan diri.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso. Hadir pula sejumlah unsur pemerintah daerah dan instansi terkait, tokoh pendidikan, jajaran Pondok Pesantren Manbaul Ulum, kepala sekolah, guru pendamping serta ratusan peserta.

Kepala SMKS Manbaul Ulum Wonosari, H. Hairul, M.Pd., mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan kegiatan yang melibatkan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan agar peringatan HSN tidak sekadar menjadi seremoni.

Menurutnya, Hari Santri harus menjadi momentum untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam menunjukkan potensi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif.

“Kami ingin Hari Santri ini benar-benar dirasakan oleh para pelajar. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga belajar tentang sportivitas, kedisiplinan, kebersamaan dan bagaimana menghargai orang lain dalam sebuah kompetisi.”

Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta menjadi energi positif bagi pihak sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan yang dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan karakter generasi muda.

“Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Lebih dari 700 peserta hadir dari berbagai MTs dan SMP di Bondowoso. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki semangat yang besar untuk berprestasi. Tugas kita adalah memberikan ruang dan pendampingan agar potensi itu bisa berkembang.”

Baca Juga :  Sembuh, 46 Kasus Campak di Surabaya pada Januari 2023

H. Hairul juga menegaskan bahwa semangat santri di era sekarang tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemahaman keagamaan, tetapi juga harus tercermin dalam prestasi, kreativitas dan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Hari Santri bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana semangat santri hari ini mampu diwujudkan melalui prestasi, akhlak, kreativitas, disiplin, dan kecintaan kepada bangsa dan negara.”

Melalui kegiatan tersebut, SMKS Manbaul Ulum Wonosari berharap semangat HSN 2026 dapat menjadi pemantik bagi para pelajar untuk terus belajar, berprestasi dan membangun karakter yang kuat.

Bagi para peserta, peringatan Hari Santri tahun ini bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, mereka mendapatkan pengalaman berkompetisi, bertemu dengan pelajar dari sekolah lain dan membangun semangat kebersamaan.

Dari Wonosari, semangat Hari Santri pun bergema melalui ratusan pelajar yang datang dengan satu semangat: berprestasi, berkarakter, dan membawa nama baik Bondowoso.(wan)