Hadapi Kekeringan, Bupati Bondowoso Pastikan Irpom Beri Manfaat Nyata bagi Petani Cermee

oleh -339 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya memperkuat ketahanan pertanian sekaligus menghadapi ancaman kekeringan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satunya melalui pengembangan Irigasi Perpompaan (Irpom) yang mendekatkan sumber air ke lahan pertanian.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid meninjau langsung keberadaan Irpom di Kelompok Tani Setia Tani 10, Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Senin (5/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program pemerintah tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat langsung bagi para petani.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah benar-benar berjalan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid.

Menurutnya, Irpom menjadi salah satu solusi untuk membantu petani di wilayah yang menghadapi keterbatasan ketersediaan air. Dengan adanya sistem tersebut, sumber air dapat didekatkan ke lahan sehingga kebutuhan pengairan tanaman tetap terjaga ketika pasokan air terbatas.

Program Irpom di Bondowoso sendiri telah dilaksanakan secara bertahap. Pada 2024 tercatat terdapat 77 titik Irpom, sedangkan pada 2026 hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 74 titik.

Dengan kemampuan rata-rata satu titik Irpom yang diperkirakan mampu mengairi sekitar 15 hektare lahan, maka 74 titik Irpom pada 2026 secara potensi dapat mendukung pengairan sekitar 1.110 hektare lahan pertanian.

Namun, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya dilihat dari jumlah titik yang telah dibangun.

“Yang lebih penting bukan hanya jumlah titiknya. Kita ingin memastikan bahwa setiap titik benar-benar berfungsi, dimanfaatkan secara optimal, dan dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok tani,” tegasnya.

Karena itu, Bupati meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring. Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap produktivitas petani.

Baca Juga :  Kebakaran Gunung Buthak Meluas, Api Merembet ke Kawi Najang

Lebih jauh, Abdul Hamid Wahid melihat Irpom sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan kondisi iklim dan ancaman kekeringan.

Sebab, sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air. Ketika kekeringan terjadi, dampaknya bukan hanya terhadap produksi pertanian, tetapi juga terhadap keberlanjutan ekonomi para petani.

“Penyediaan infrastruktur pengairan seperti Irpom menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap kondisi tersebut,” katanya.

Bantuan BELATI untuk Buruh Tani

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bondowoso juga menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan pertanian melalui program BELATI kepada buruh tani.

Bantuan tersebut berupa cangkul, sabit, dan caping. Untuk seluruh Kabupaten Bondowoso, masing-masing disediakan sebanyak 1.000 unit.

Bantuan ini menjadi bentuk intervensi pemerintah yang tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur pengairan, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat yang bekerja langsung di sektor pertanian.

“Bantuan ini kita arahkan untuk memberikan dukungan langsung kepada buruh tani sebagai salah satu pelaku penting dalam kegiatan produksi pertanian,” jelasnya.

Bupati berharap seluruh bantuan maupun infrastruktur yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya.

Khusus untuk kelompok tani, ia meminta agar sarana Irpom dirawat secara bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pemerintah membangun infrastrukturnya, tetapi keberlanjutan manfaatnya sangat ditentukan oleh bagaimana sarana tersebut dikelola dan dimanfaatkan,” tuturnya.(wan)