PT SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul, Mudahkan Akses dan Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat

oleh -104 Dilihat
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama ANPER, petani, dan para pemangku kepentingan berfoto bersama dalam kegiatan program TJSL pembangunan jalan di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional (2/10/2026). (ist/dok) 

KILASJATIM. COM, Bantul, DI Yogyakarta — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama ANPER melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026 menghadirkan pembangunan jalan untuk mendukung pengembangan areal tebu petani di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam rangka Percepatan Swasembada Gula Nasional, sekaligus bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas menuju areal tebu sehingga aktivitas petani dapat berjalan lebih mudah dan optimal. Dengan akses yang semakin baik, program ini juga diharapkan dapat mendorong minat petani untuk menanam tebu serta mendukung pengembangan areal pertanaman tebu di wilayah Bantul.

Ketua Gapoktan PATRI, Suripto, menyambut baik dukungan pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, akses jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas usaha tani dan pengembangan tebu rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi adanya dukungan pembangunan jalan untuk akses menuju areal tebu petani di Selopamioro. Bagi kami, akses infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap aktivitas petani menjadi lebih mudah dan mendorong semakin banyak petani untuk mengembangkan tanaman tebu. Kami juga berharap sinergi seperti ini dapat terus berjalan sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pengembangan tebu rakyat di Bantul,” ujar Suripto.

Dari sisi pengembangan tanaman, Kepala Bagian Tanaman PT PG Rajawali I (Anak Perusahaan PT SGN), Amin Kuncoro, mengatakan pembangunan akses jalan tersebut menjadi dukungan positif bagi pengembangan areal tebu.

“Dari sisi tanaman, pembangunan akses jalan ini menjadi dukungan yang sangat positif bagi pengembangan areal tebu. Infrastruktur yang memadai akan membantu akses menuju lahan dan mendukung kelancaran aktivitas budidaya maupun pengelolaan areal tebu. Kami berharap pengembangan areal ini dapat mendorong peningkatan pasokan tebu ke PG Madu Baru sehingga dapat mendukung keberlanjutan operasional pabrik sekaligus memperkuat ekosistem tebu rakyat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Amin.

Baca Juga :  Jelang Tahun 2026, BULOG Jatim Sidak Pasar Pastikan Harga dan Stok Pangan Aman

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi antara perusahaan, petani, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan tebu rakyat. Dengan akses yang semakin baik, pengembangan areal tebu diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri gula.

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) membangun akses jalan dalam program TJSL pembangunan jalan di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional (2/10/2026). (Ist/dok) 

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Yunianta, menegaskan bahwa dukungan terhadap petani dan penguatan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem tebu rakyat yang berkelanjutan.

“Program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT SGN untuk turut memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan. Kami meyakini bahwa pengembangan industri gula tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, petani, pemerintah, dan seluruh stakeholder. Melalui dukungan infrastruktur seperti pembangunan jalan ini, kami berharap akses petani menuju areal tebu semakin baik, pengembangan areal dapat terus dilakukan, dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap upaya percepatan Swasembada Gula Nasional,” ujar Yunianta.

Program pembangunan jalan ini menjadi salah satu bagian dari upaya dalam penguatan ekosistem tebu rakyat di wilayah kerja PT SGN. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, dukungan terhadap petani diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan areal tebu, menjaga keberlanjutan pasokan bagi industri gula, serta berkontribusi pada tercapainya Swasembada Gula Nasional. (nov)