Terima Penghargaan ISMI, Khofifah Jajaki Kerja Sama Koleksi Museum di Jatim

oleh -82 Dilihat

KILASJATIM.COM, Medan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Satya Lencana dari Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Medan.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Dewan Pembina ISMI sekaligus pendiri Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Tun Dr. H. Rahmat Shah.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Khofifah di berbagai bidang yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga berkesempatan melihat langsung pengelolaan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery.

Kunjungan itu sekaligus membuka peluang kerja sama untuk mengembangkan dan memperkaya koleksi serta materi edukasi Museum Mpu Tantular di Sidoarjo, Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, salah satu bentuk kolaborasi yang dibahas adalah kemungkinan sejumlah koleksi satwa yang diawetkan milik Rahmat Shah dititipkan di Jawa Timur.

“Kami juga menawarkan kerja sama, mungkin satwa milik Pak Rahmat Shah bisa dititipkan di Jawa Timur dan kami juga menyiapkan ruangan khusus yang diatasnamakan beliau,” kata Khofifah dilansir pada rilisnya, Kamis, 1/10/2026.

Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menambah koleksi museum, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.

Museum, lanjut Khofifah, dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah, budaya, lingkungan, hingga pentingnya menjaga kelestarian alam kepada generasi muda.

“Luar biasa kedalaman keilmuannya. Kita ingin membangun koneksitas kesejarahan untuk membangun peradaban dan kearifan,” ujar Khofifah.

Ia mengatakan, pengalaman pengelolaan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery dapat menjadi referensi dalam pengembangan Museum Mpu Tantular.

“Perspektif kita bisa punya penguasaan dan pengayaan dari sini,” katanya.

Saat berkeliling museum, Khofifah melihat koleksi satwa yang diawetkan dan ditata dengan pendekatan habitat asli. Museum tersebut memiliki lebih dari 2.600 jenis satwa yang diawetkan dan sekitar 5.600 spesimen dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Puslatda Jatim 100-V, Gubernur Khofifah Bakar Semangat Atlet Kejar Prestasi Hingga Berkelas Dunia

Koleksinya antara lain African Big Five, Bear Room, Cats of the World, Pheasants of the World, Night Safari, berbagai jenis serangga, serta satwa khas Indonesia seperti harimau Sumatra dan komodo. Museum itu juga memiliki koleksi kerangka satwa.

Khofifah mengaku memiliki ketertarikan terhadap museum sejak lama. Menurut dia, museum dapat menjadi pintu untuk memahami latar belakang budaya, sejarah, dan peradaban suatu daerah maupun negara.

“Saya termasuk pencinta museum. Saya juga mengikuti bagaimana kita bisa menemukenali cultural background sebuah negara melalui museum,” ujarnya.

Sementara itu, Tun Rahmat Shah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Khofifah. Ia menjelaskan, koleksi satwa di museumnya dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus untuk menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi.

Ia mengatakan sebagian pengetahuannya mengenai pengelolaan satwa dan kegiatan berburu konservasi diperoleh dari pengalaman di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman.

Menurut Rahmat Shah, kegiatan tersebut memiliki aturan yang harus dipatuhi dengan tetap memperhatikan aspek konservasi.

“Sebagian saya belajar berburu di Kanada, Amerika, Jerman dan negara lainnya. Tapi tentu dengan rules yang harus kita patuhi,” ungkapnya.

Rahmat Shah menekankan pentingnya kolaborasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Berbuat kebaikan, sekecil apa pun, pasti ada manfaatnya. Kita tanam padi, nanti yang tumbuh bukan hanya satu, tetapi ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan,” pungkasnya.(Den/Fri)