Belum Diajarkan di SMP, Dua Siswa SMPTAG Taklukkan Soal Olimpiade

oleh -75 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, Khalif Arziqi Nasution dan Defa Dwi Permana, membuktikan bahwa keterbatasan materi yang belum dipelajari di bangku SMP bukan penghalang untuk berprestasi. Keduanya meraih Juara 2 Olimpiade Matematika FORSMA 2K26 tingkat nasional.

Khalif, siswa kelas 7D, dan Defa, siswa kelas 8A, harus melewati penyisihan dan semifinal secara daring sebelum tampil di babak final secara luring di SMA Negeri 4 Surabaya, 4 September 2026.

Menjelang final, keduanya menjalani persiapan intensif selama sekitar dua pekan. Mereka belajar dua hingga tiga jam secara daring setiap sesi dan mendalami sejumlah materi, termasuk translasi fungsi, trigonometri, relasi, rotasi, hingga materi yang umumnya belum diajarkan di tingkat SMP.

Tantangan terbesar muncul ketika mereka menghadapi soal yang menggabungkan kombinasi, permutasi, dan peluang. Defa juga harus menguasai rumus trigonometri dan sudut-sudut istimewa.

Babak final berlangsung cepat seperti cerdas cermat. Level pertama terdiri atas 10 soal dengan waktu dua menit per soal, sedangkan level kedua lima soal dengan waktu tiga menit per soal. Jawaban benar bernilai 100 hingga 200 poin, sementara jawaban salah mendapat pengurangan 50 hingga 100 poin.

Untuk menjaga ketepatan, keduanya membagi tugas. Khalif mengerjakan soal, sedangkan Defa memeriksa jawaban sebelum mereka menekan bel.

Khalif mengatakan pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya logika dibanding sekadar menghafalkan rumus. “Rumus itu tidak harus dihafalkan. Rumus bisa dilogikakan. Kalau kita menyukai matematika, kita juga harus memahami pola-pola di setiap soal agar dapat memecahkan masalahnya,” terang Khalif.

Bagi Defa, prestasi tersebut juga menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. “Saya ingin sertifikat ini dapat menjadi salah satu jalur prestasi saat masuk ke SMA Negeri impian,” tutur Defa.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar Berprestasi 2019 Kota Mojokerto Raih Penghargaan

Guru pembimbing SMPTAG Surabaya, Rosidah Nur Permatasari, S.Pd., menilai pencapaian tersebut bukan semata soal piala. Proses persiapan justru melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan siswa menghadapi materi di luar pembelajaran reguler. “Sebagai pendamping, saya berusaha tidak hanya mengajarkan matematika, tetapi juga menanamkan semangat pantang menyerah, keberanian mencoba, dan keyakinan bahwa mereka mampu. Yang paling membanggakan bukan hanya pialanya, tetapi melihat perkembangan anak-anak hingga mampu percaya diri bersaing di tingkat nasional,” ujar Rosidah.

Prestasi Khalif dan Defa sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMP mampu bersaing dalam kompetisi matematika tingkat nasional meski harus menghadapi materi yang sebagian belum mereka pelajari di jenjangnya. SMPTAG Surabaya pun terus mendorong siswa mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi.(tok)