Subsidi Energi 2027 Dipangkas Rp 11,44 Triliun, Alokasi BBM-LPG Susut

oleh -41 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: Chat GPT)

KILASAJTIM.COM, Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati alokasi subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 261,50 triliun. Angka tersebut turun Rp 11,44 triliun dari usulan pemerintah sebesar Rp 272,94 triliun.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyampaikan kesepakatan itu dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum, dan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

“Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar, lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp 272.945,3 miliar,” kata Said.

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Turun

Dari total subsidi energi tersebut, alokasi subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg disepakati sebesar Rp 131,39 triliun. Nilai ini turun Rp 11,44 triliun dibandingkan usulan pemerintah sebesar Rp 142,84 triliun.

Rinciannya, subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) dialokasikan sebesar Rp 28,34 triliun. Sementara subsidi LPG tabung 3 kg mencapai Rp 103,05 triliun.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya volume subsidi LPG tabung 3 kg dan JBT Solar.

Dalam paparan Banggar, volume BBM dan LPG yang menjadi dasar perhitungan masing-masing tercatat sebesar 19.561 ribu kiloliter (KL) dan 8.000 ribu metrik ton (MT).

Subsidi Listrik Tetap

Berbeda dengan BBM dan LPG, subsidi listrik tahun berjalan disepakati sebesar Rp 117,84 triliun. Angka tersebut tidak berubah dari nominal yang diajukan pemerintah dalam RAPBN 2027.

Banggar juga mempertahankan anggaran subsidi listrik kurang bayar tahun 2025 sebesar Rp 12,26 triliun.

Dengan demikian, perubahan terbesar dalam struktur subsidi energi RAPBN 2027 berasal dari penyesuaian alokasi subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg. (cit)

Baca Juga :  PGN Mulai Garap Jaringan Gas Bumi 2023 di Kota Yogyakarta dan Sleman