CEKATAN RSUD Koesnadi Bondowoso, Pasien Bisa Pantau Antrean Obat Lewat Barcode

oleh -342 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Menunggu obat selesai disiapkan di rumah sakit kini tak harus dilakukan dengan duduk berlama-lama di ruang tunggu. RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso menghadirkan inovasi CEKATAN (Cek dan Lacak Antrean) yang memungkinkan pasien memantau perkembangan antrean obat hanya dengan memindai barcode.

Inovasi pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso meningkatkan kualitas layanan farmasi agar lebih praktis sekaligus memberikan kepastian kepada pasien mengenai proses penyiapan obat.

Melalui CEKATAN, pasien dapat mengetahui perjalanan resep sejak diterima petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) hingga obat selesai disiapkan dan siap diserahkan kepada pasien.

Salah satu keunggulan inovasi ini, pasien tidak perlu terus berada di lingkungan rumah sakit untuk mengetahui apakah obat yang diresepkan sudah selesai diproses. Perkembangan antrean obat dapat dipantau meskipun pasien sedang berada di luar rumah sakit.

Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR., mengatakan inovasi CEKATAN diperkenalkan dalam paparan inovasi di Command Center Sekretariat Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut mendapat respons positif dari tim penilai karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggunakan layanan rumah sakit.

“Alhamdulillah, tadi sudah kita paparkan di tim penilai dan responsnya cukup positif, karena sangat membantu masyarakat dalam mengetahui progres layanan antrean obat,” kata dr. Yus.

Pasien Bisa Pantau Progres Obat dari Luar Rumah Sakit

Dr. Yus menjelaskan, CEKATAN dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pasien yang selama ini harus menunggu proses penyiapan obat di rumah sakit.

Dengan sistem tersebut, pasien dapat mengetahui posisi resep, apakah masih dalam proses penyiapan atau sudah selesai dan siap diserahkan.

Baca Juga :  Tampil di Jombang, Besutan Meimura Pulang Kampung

“Jadi, pasien bisa mengetahui progres obat diterima dari loket sampai penyerahan kepada pasien. Pasien bisa mengetahui obat selesai walaupun sedang di luar rumah sakit,” ujarnya.

Cara menggunakan CEKATAN RSUD Koesnadi Bondowoso juga cukup sederhana. Setelah resep diproses, pasien cukup memindai barcode yang disediakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit.

Selanjutnya, sistem akan menampilkan informasi mengenai perkembangan antrean obat sesuai tahapan pelayanan yang sedang berlangsung.

Dengan demikian, pasien memiliki informasi yang lebih jelas mengenai proses resep tanpa harus berulang kali mendatangi atau menunggu di ruang farmasi.

Dikembangkan Sendiri RSUD Koesnadi

Berbeda dengan aplikasi layanan kesehatan yang perlu diunduh melalui platform digital, CEKATAN bukan aplikasi yang tersedia di Play Store.

Dr. Yus mengatakan sistem tersebut merupakan inovasi yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk mendukung kebutuhan pelayanan farmasi di rumah sakit.

“Ini di-develop oleh rumah sakit sendiri, jadi yang menciptakan rumah sakit sendiri. Sementara hanya untuk di Rumah Sakit dr. Koesnadi Bondowoso,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan inovasi pelayanan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pembaruan sistem, tetapi benar-benar memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pasien.

Pasien tetap dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan obat tanpa harus terus berada di rumah sakit. Di sisi lain, proses penyiapan resep tetap berjalan sesuai tahapan pelayanan yang diterapkan Instalasi Farmasi.

“Inovasi ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa mempermudah serta memberi kenyamanan untuk pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran CEKATAN menjadi salah satu langkah RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dalam mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan farmasi. Dengan memanfaatkan sistem pelacakan antrean berbasis barcode, pasien mendapatkan akses informasi yang lebih mudah selama menunggu obat selesai disiapkan.(wan)