KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyerahkan lapak kepada para pedagang Pasar Banyuwangi secara bertahap. Proses serah terima lapak dimulai pada Senin, 21 September 2026, sebagai bagian dari persiapan pengoperasian pasar hasil revitalisasi tersebut.
Pasar Banyuwangi ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan penataan pedagang sekaligus memastikan seluruh fasilitas dan utilitas pasar siap digunakan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mengatakan para pedagang sebelumnya menempati lokasi relokasi di Gedung Wanita selama proses revitalisasi Pasar Banyuwangi berlangsung.
Kini, para pedagang mulai menerima lapak yang akan menjadi tempat mereka kembali berjualan setelah pasar selesai direvitalisasi.
“Rencananya mulai kita operasikan Oktober 2026. Para pedagang telah kita sosialisasikan, dan mulai serah terima lapak yang akan ditempatinya,” kata Suratno, Senin, 21 September 2026.
Pada Selasa, 22 September 2026, sejumlah pedagang mulai mengurus administrasi sekaligus meninjau lokasi lapak masing-masing. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pedagang mengetahui posisi kios serta kondisi utilitas yang tersedia sebelum Pasar Banyuwangi resmi dibuka.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi, Heni Sugiharti, mengatakan sebanyak 560 pedagang telah dinyatakan lolos proses verifikasi dan validasi (verval).
Ratusan pedagang tersebut menjadi kelompok prioritas pertama yang akan menempati Pasar Banyuwangi setelah revitalisasi.
“Ada 560 pedagang yang lolos verval. Mereka ini masuk prioritas pertama yang akan menempati pasar. Mereka kita beri kesempatan untuk mengecek tempat dan utilitasnya,” ujar Heni.
Untuk menghindari kepadatan selama proses peninjauan, Pemkab Banyuwangi menerapkan sistem secara bergelombang berdasarkan nomor urut pedagang.
Tahap awal dilakukan terhadap pedagang kelompok 1 hingga 50. Selanjutnya, proses peninjauan dilanjutkan kepada kelompok berikutnya hingga seluruh pedagang mendapatkan kesempatan untuk mengecek lapaknya.
Heni menargetkan seluruh persiapan bagi 560 pedagang yang masuk prioritas pertama dapat diselesaikan dalam pekan ini. Setelah itu, penataan akan dilanjutkan kepada pedagang yang masuk kelompok prioritas kedua.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap seluruh proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga Pasar Banyuwangi bisa segera kembali beroperasi dan menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
“Setelah semuanya siap, baru kita operasikan. Target secepatnya, yang penting para pedagang segera di tempat yang baru,” ucapnya.
Salah seorang pedagang, Teguh, menyambut antusias penempatan kembali pedagang di Pasar Banyuwangi. Pedagang aksesori dan jasa sepuhan emas asal Kecamatan Giri tersebut berharap pasar yang telah direvitalisasi dapat menarik lebih banyak pengunjung.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat menjadi harapan bagi para pedagang untuk kembali menghidupkan aktivitas perdagangan di Pasar Banyuwangi.
“Kami harapkan semoga ke depannya tambah ramai, dan para pedagang diberi kelancaran,” kata Teguh, yang telah berjualan sejak 2006.
Dengan dimulainya proses penyerahan lapak, tahapan menuju pengoperasian Pasar Banyuwangi memasuki fase akhir. Pemerintah daerah kini berfokus memastikan penataan pedagang dan kesiapan fasilitas selesai sebelum pasar dibuka pada Oktober 2026.(zul)
