Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah di Batu Naik Jadi 200 Ekor

oleh -36 Dilihat

KILASJATIM.COM, Batu – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan peternakan sapi perah di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak.

Menurut Khofifah, pengembangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produktivitas, kualitas bibit, ketersediaan pakan, hingga peningkatan nilai ekonomi yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau pengelolaan sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di Jalan Raya Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat langsung aktivitas pembibitan, pemuliabiakan, budidaya sapi perah, produksi susu, hingga pengembangan hijauan makanan ternak sebagai sumber pakan.

Khofifah menilai pengelolaan UPT PT dan HMT Batu telah berjalan baik dengan produktivitas yang tinggi. UPT tersebut juga dinilai memiliki fungsi strategis karena selain menjadi pusat pembibitan, fasilitas itu mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi bagi daerah.

“Saya merasa bahwa proses yang dilakukan cukup bagus. Kandangnya bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Oleh karena itu, UPT ini juga sudah memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Pemprov Jawa Timur,” kata Khofifah pekan lalu.

Saat ini terdapat sekitar 130 ekor sapi di UPT tersebut, terdiri dari 72 sapi dewasa, 28 sapi dara, dan 30 pedet. Dari 72 sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi dan 32 ekor sapi nonlaktasi.

Produktivitas sapi laktasi mencapai 25-30 liter susu per ekor per hari. Dengan 40 sapi laktasi, produksi susu mencapai sekitar 600 liter per hari.

Produksi tersebut dipasarkan dan turut memberikan kontribusi terhadap PAD Jawa Timur sekitar Rp 1 miliar per tahun. Pendapatan itu juga berasal dari agrowisata ternak, benih rumput, serta hilirisasi susu berupa keju, susu pasteurisasi, dan stik keju.

Baca Juga :  Khofifah: Berangkatkan Peserta Gowes Fun Bike HUT ke-45 TVRI Jatim

Khofifah berharap jumlah sapi di UPT PT dan HMT Batu dapat ditingkatkan dari 130 ekor menjadi 200 ekor. Menurut dia, luas lahan yang tersedia masih memungkinkan untuk pengembangan populasi ternak.

“Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas,” ujarnya.

Selain populasi, Khofifah menekankan pentingnya ketersediaan pakan. UPT tersebut memiliki lahan sekitar 13 hektare, dengan sekitar 9,5 hektare telah dimanfaatkan. Sekitar 7 hektare digunakan untuk lahan hijauan makanan ternak.

Salah satu tanaman yang dikembangkan adalah rumput gajah. Selain memenuhi kebutuhan pakan sapi, lahan tersebut juga menghasilkan bibit atau stek rumput untuk dikembangkan masyarakat.

Kebutuhan hijauan untuk ternak di UPT mencapai sekitar 1.300 ton per tahun. Karena itu, pengelolaan lahan pakan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas sapi perah.

UPT PT dan HMT Batu juga menjadi lokasi praktik siswa dan mahasiswa serta sarana penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan dari berbagai perguruan tinggi.

Khofifah menilai keberadaan UPT tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus pengembangan praktik peternakan yang dapat diterapkan lebih luas oleh masyarakat.

“Jadi kita berharap bahwa pengembangan peternakan, khususnya sapi perah, bisa terus kita tingkatkan. Tidak hanya dari sisi populasi, tetapi juga produktivitas dan kualitas bibit serta pakan ternaknya,” pungkasnya.(Den/Fri)