Mahasiswa UINSA Kembali Segel Gerbang Kampus, Desak Rektor Muzakki Turun

oleh -487 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gelombang aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali berlanjut. Senin (21/9/2026) pagi, massa mahasiswa menggelar aksi dengan jumlah lebih besar dan menyegel akses utama kampus sebagai bentuk desakan agar Rektor UINSA Akh. Muzakki turun dari jabatannya.

Penyegelan akses utama kampus dilakukan sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Mahasiswa menutup akses masuk dan mengatur aktivitas keluar-masuk warga kampus. Mahasiswa yang hendak masuk masih diperbolehkan dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau identitas melalui aplikasi resmi UINSA.

Koordinator lapangan aksi, Fadlurrahman Fazle, mengatakan akses bagi mahasiswa tetap dibuka dengan ketentuan menunjukkan identitas sebagai mahasiswa UINSA. Sementara bagi tenaga kependidikan, akses hanya diberikan untuk keperluan absensi.

“Untuk pegawai tenaga kependidikan, hanya boleh masuk untuk absen. Kendaraan diparkir di luar,” kata Fadlurrahman.

Penyegelan tersebut turut berdampak pada aktivitas di sekitar Kampus A UINSA, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Arus kendaraan di kawasan frontage road Ahmad Yani sempat mengalami kepadatan akibat aktivitas mahasiswa serta pegawai yang tidak dapat membawa kendaraan masuk ke area kampus.

Fadlurrahman menegaskan aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan mahasiswa terkait kepemimpinan UINSA mendapatkan respons dari Kementerian Agama.”Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun,” ujarnya.

Aksi pada Senin ini merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sejak pekan sebelumnya. Penolakan terhadap Akh. Muzakki kembali memimpin UINSA mencuat setelah dirinya dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta pada Selasa (15/9/2026).

Sehari setelah pelantikan, ratusan hingga ribuan mahasiswa UINSA menggelar aksi di Kampus A Jalan Ahmad Yani. Massa menyampaikan penolakan terhadap kepemimpinan Muzakki dan meminta yang bersangkutan mundur dari jabatan rektor. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga sempat menduduki gedung rektorat untuk menyampaikan aspirasi dan meminta Muzakki menemui massa.

Baca Juga :  Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Namun, pihak kampus menyatakan Muzakki tidak berada di lokasi ketika aksi berlangsung karena sedang menjalankan tugas dinas di luar kampus. Pihak UINSA juga menyebut aspirasi mahasiswa telah disampaikan kepada pimpinan, sedangkan tindak lanjutnya menjadi kewenangan pimpinan universitas.

Penolakan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan jabatan rektor. Dalam rangkaian aksi sebelumnya, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya menolak Akh. Muzakki kembali menjabat sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 serta meminta dilakukan audit terhadap laporan pertanggungjawaban selama masa kepemimpinannya.

Mahasiswa juga meminta UINSA menjadi ruang yang aman dan harmonis bagi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Selain itu, mereka mendesak Menteri Agama mempertimbangkan aspirasi warga UINSA secara objektif dalam persoalan kepemimpinan kampus.

Tuntutan lainnya berkaitan dengan penanganan perkara hukum yang oleh mahasiswa dikaitkan dengan Akh. Muzakki. Dalam tuntutan tersebut, mahasiswa meminta aparat penegak hukum meningkatkan penanganan perkara yang mereka persoalkan.

Tuntutan tersebut merupakan aspirasi mahasiswa dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Akh. Muzakki telah berstatus tersangka tanpa adanya konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum. Sebelumnya, ANTARA juga melaporkan bahwa tuntutan mahasiswa mencakup permintaan agar perkara yang mereka kaitkan dengan Muzakki ditangani lebih lanjut oleh kejaksaan. (kar)