KILASJATIM.COM, Banjarmasin – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mulai mengidentifikasi jenazah korban ke-10 KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Jenazah tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Minggu (20/9/2026).
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan jenazah langsung diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi setelah tiba di rumah sakit.
“Korban meninggal atau ke-10 dari Kapal Virgo hari ini tiba di Rumah Sakit Bhayangkara dan langsung dilakukan proses identifikasi tim DVI,” kata Nur Khamid dalam keterangannya yang dikutip, Senin (21/9/2026).
Nur Khamid menjelaskan waktu identifikasi bergantung pada kondisi jenazah. Jika kondisi masih utuh dan mudah dikenali, proses dapat berlangsung lebih cepat.
Sebaliknya, proses membutuhkan waktu lebih lama apabila kondisi jenazah sulit dikenali.
Tim DVI karena itu membutuhkan data ante mortem dari keluarga korban. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem pada jenazah.
“Data ante mortem nanti dicocokkan dengan data post mortem atau pemeriksaan pada jenazah,” ujarnya.
Ditemukan Penyelam Basarnas
Jenazah ke-10 sebelumnya ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama tim SAR gabungan pada Minggu sekitar pukul 14.14 WITA.
Korban ditemukan di dalam badan kapal yang tenggelam di dasar laut saat tim SAR melakukan pencarian.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan sekoci menuju KN SAR Kamajaya. Selanjutnya, korban diterbangkan menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
Dari Lanud Sjamsudin Noor, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.
125 Orang Masih Dicari
Dengan ditemukannya jenazah ke-10, total 118 orang dari KM Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Sementara itu, 125 orang lainnya masih dalam pencarian.
Jumlah tersebut berasal dari total 243 penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 yang berada dalam kapal saat insiden terjadi.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian untuk menemukan korban lain yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (cit)
