KILASJATIM.COM, Bondowoso – Lautan jamaah memadati lingkungan RW 7 dan RW 8 Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, saat Arisan Yasinan dan Sholawat Nariyah menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW secara swadaya. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan semarak itu berhasil menghadirkan lebih dari 2.000 jamaah dari berbagai wilayah di Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi.
Lantunan sholawat yang dibawakan Majelis Sholawat Syabab menggema sejak awal acara. Ribuan jamaah yang hadir tampak larut dalam suasana religius, mengikuti rangkaian doa, sholawat, dan tausiyah sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ketua Arisan Yasinan dan Sholawat Nariyah, Muhammad Rifaie, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan warga. Seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan dilakukan melalui gotong royong anggota arisan dan masyarakat sekitar.
“Biaya kegiatan ini murni dari anggota Arisan Yasinan dan Sholawat Nariyah serta warga RW 7 dan RW 8. Kami urunan seikhlasnya tanpa ada paksaan. Alhamdulillah juga mendapat support dari Pabrik Tahu Azam Barokah sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui sholawat dan pengajian.
Selain diisi dengan pembacaan sholawat dan tausiyah, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi jamaah yang hadir. Setiap peserta mendapatkan kupon undian yang dibagikan sejak awal acara. Momen pengundian doorprize pun menjadi salah satu yang paling dinanti dan disambut antusias oleh jamaah.
Hadiah utama yang disediakan panitia berupa dua ekor kambing dan satu unit sepeda gunung. Berbagai hadiah lainnya turut menambah semarak suasana dan menjadi penyemangat bagi jamaah yang memadati lokasi kegiatan.
Tingginya animo masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang datang dari berbagai kecamatan bahkan luar daerah. Sejak acara dimulai hingga berakhir, lokasi kegiatan dipenuhi jamaah yang mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Kepala Desa Bandilan, Sundari, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat yang mampu menyelenggarakan kegiatan keagamaan berskala besar secara mandiri.
“Saya sangat mengapresiasi jamaah Arisan Yasinan dan Sholawat Nariyah serta seluruh masyarakat RW 7 dan RW 8 yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga,” katanya.
Menurut Sundari, kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa semangat bersholawat dan syiar Islam masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kehadiran lebih dari 2.000 jamaah dari berbagai pelosok Bondowoso dan sekitarnya menunjukkan bahwa semangat mencintai Rasulullah SAW masih sangat kuat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Desa Bandilan dan seluruh jamaah yang hadir,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Rifaie menegaskan bahwa esensi utama kegiatan bukan terletak pada hadiah yang dibagikan, melainkan pada upaya menghidupkan syiar Islam dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkumpul, bersholawat bersama, dan mengambil teladan dari Rasulullah SAW. Doorprize hanya sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi jamaah yang hadir,” ungkapnya.
Melalui kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut, masyarakat Bandilan kembali menunjukkan bahwa nilai gotong royong, ukhuwah Islamiyah, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW tetap hidup dan terjaga. Maulid Akbar yang digelar secara swadaya itu pun menjadi momentum yang tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.(wan)
